Laksanakan PTM Terbatas, SMK mulai kirim siswa praktik kerja lapangan ke luar sekolah

Sebanyak 154 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Citra Medika Sukoharjo menjalani tes swab antigen. Para siswa ini segera dikirim melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pertama selama pandemi Covid-19.

Update: 2021-10-30 15:13 GMT
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 154 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Citra Medika Sukoharjo menjalani tes swab antigen. Para siswa ini segera dikirim melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pertama selama pandemi Covid-19.

Sejalan dengan kebijakan memulai kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah sekolah. SMK Kesehatan Citra Medika Sukoharjo, salah satu sekolah yang kembali memberangkatkan siswanya PKL setelah tertunda selama dua tahun. Yakni sejak sekolah offline ditutup sementara pada awal pandemi Covid-19 lalu.

Kepala SMK Citra Medika Sukoharjo, Rian Andrianto mengatakan, pengiriman kembali siswa melaksanakan PKL ini setelah pemerintah memberikan izin Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Namun demikian, syarat tata laksana protokol kesehatan yang diberlakukan sangat ketat.

Selain syarat menyelesaikan vaksinasi Covid-19 seluruh lingkungan sekolah, penyediaan alat pelindung diri (APD) kebutuhan siswa juga harus dipenuhi. Kemudian, siswa yang dikirim PKL wajib menjalani tes swab antigen.

"Semua diswab saat akan diberangkatkan dan sekembalinya dari PKL. Sebab, para siswa ini ditempatkan berkegiatan pada fasilitas layanan kesehatan," kata Rian seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Sabtu (30/10).

Dia menyampaikan, pihak sekolah tetap mengantisipasi segala kemungkinan, mengingat lingkungan berkegiatan para siswa ada di fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit, apotek, klinik kesehatan dan tempat tempat praktik dokter.

Siswa diminta komukasi intensif dengan pihak sekolah untuk pengecekan kondisi masing masing. Sekolah juga memastikan penempatan PKL siswa memiliki kualifikasi pengamanan yang baik.

Para siswa ini akan disebar ke fasilitas layanan kesehatan di Eks-Karesidenan Surakarta yang sudah melakukan kerjasama dengan sekolah. "Ini kan sama saja melaksanakan program yang tertunda sejak pandemi Covid," ujarnya.

Rian menambahkan, pihaknya juga memperbantukan siswa dan guru praktisi kesehatan bergabung dengan relawan Covid-19 kabupaten. Sudah berlangsung sejak daerah kekurangan tenaga kesehatan saat menghadapi gelombang Covid-19 pada Bulan Juli lalu.

Saat ini, sebagian masih bertugas namun sebagian sudah ditarik kembali ke sekolah. Karena kegiatan disekolah sudah mulai berjalan lagi. "Ada lebih dari 30 siswa dan guru yang kami perbantukan sebagai relawan Covid-19 pada pusat fasilitas kesehatan daerah," tutupnya.

Tags:    

Similar News