Tim ITN Malang sabet 3 prestasi di ajang BBCSCE n Expo 2021

Mahasiwa ITN meraih sejumlah prestasi di ajang  Balsa Bridge Competition Siliwangi Civil Engineering Creativity & Expo 2021, di Universitas Siliwangi,16 Agustus hingga 25 Oktober 2021 yang berlangsung di Universitas Siliwangi.

Update: 2021-10-31 10:15 GMT
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Mahasiwa ITN meraih sejumlah prestasi di ajang  Balsa Bridge Competition Siliwangi Civil Engineering Creativity & Expo 2021, di Universitas Siliwangi,16 Agustus hingga 25 Oktober 2021 yang berlangsung di Universitas Siliwangi. Prestasi yang diraih masing-masing juara satu dalam Lomba Balsa Bridge Competition Siliwangi Civil Engineering Creativity & Expo 2021.

Dalam ajang bergengsi tersebut, ITN Malang mengirim tiga tim yakni Tim Spectra dan Tim Soetta Pascal, Tim Spactra Faiz serta Tim Saputra Arziles. 

Tim yang beranggotakan, Zabel Awalia, Agni Pembayun Habib Junaidi dan Riska Nanda Sintya Dewi mampu membawa prestasi yang maksimal sebagai juara satu dengan mengusung maket jembatan berbahan kayu Balsa.

"Kami membuat karya maket jembatan berbahan kayu balsa. Dirangkai total berat 26,9 gram, mampu menahan beban 48 kilogram. Dan baru hancur, ketika dibebani 48,8 kilogram. Sebelum lomba, sempat diujicoba 3 kali," terang Agni Pembayun Habib Junaidi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El-Aris, Minggu (31/10).

Sementara itu, lanjut Agni, peringkat bawahnya hanya mampu menahan beban 38 kilogram. Menurutnya, salah satu kunci suksesnya, adalah dengan memperkuat bagian atas (daya dorong) dibanding daya tarik (bagian bawah).

Sementara untuk juara ke 4, dari tin Spectra Pascal beranggotakan Adam Fahrizal Aulia, Adam Firdaus Syaifullah, Muhammad Reza Darussalam.

"Saya kira, salah satu sumber kekuatan adalah pada teknis pengeleman. Itu menjadi sumber kekuatan," salah satu anggota tim Spectra Pascal Adam Fahrizal Aulia. 

Sedangkan di kategori Jembatan Terekonomis, Tim Spectra Achilles, beranggotakan Agni Pembayun Habib Junaidi, Riska Nanda Sintya Dewi dan Vandrew Prananda Manginte, menjadi satu satunya finalis dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

"Kami satu-satunya dari PTS yang masuk final. Karena peserta lainya dari PTN semua. Karena terekonomis, kami hanya menghabiskan Rp14.000 saja. Untuk beli bahan kayu balsa dan lem G," terang Vandrew Prananda Manginte.

Atas prestasi tersebut, kedepan sudah akan segera mempersiapkan untuk perlombaan selanjutnya di UPS, Unej serta Unisma.

Sementara itu, Dosen Pembimbing: Hadi Surya Wibawanto, ST ,MT mengerangkan, para mahasiswa yang berpretasi itu, juga bagus dalam keahlian akademik.

"Atas prestasi ini, kami tentu bangga. Awalnya, mereka telah membawa konsep. Kami hanya memberikan bimbingan dan saran saja," terangnya.

Tags:    

Similar News