Diketahui identitas mayat di SPBU Salam melalui sidik jari
Melalui sidik jari, Satreskrim Polres Magelang Jateng berhasil mengungkap identitas orang meninggal tanpa identitas di Garasi Mobil diantara ruang produksi Bakpia Kencana dan warung makan murah area SPBU Baledono Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Elshinta.com - Melalui sidik jari, Satreskrim Polres Magelang Jateng berhasil mengungkap identitas orang meninggal tanpa identitas di Garasi Mobil diantara ruang produksi Bakpia Kencana dan warung makan murah area SPBU Baledono Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (20/11).
Korban diketahui bernama Yayang Maulana Gitiwari (25), yang beralamat di Madukaran Gang Kopi 3 RT 03/03 Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Korban ditemukan pertama kali oleh Satpam SPBU Sabtu (20/11) pagi.
“Kita dapat mengungkap identitas melalui sidik jari yang kita lakukan pada diri korban," ungkap Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun melalui Kasatreskri AKP. M. Alfan Amin di Mapolres Magelang seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Senin (22/11).
Alfan menjelaskan berdasarkan keterangan saksi Benardo, security SPBU, Sabtu sekira pukul 06.00 WIB, terlihat korban sedang tidur di depan rumah makan murah yang berada di lokasi SPBU Baledono.
“Dia kemudian berniat membengunkan namun tidak ada respon. Sekira 5 menit kemudian, korban terjatuh dari kursi ke aspal depan warung murah dengan posisi telentang sambil memegang bagian perut dan berguling-guling,” jelas Alfan.
Selanjutnya korban berpindah tempat ke garasi dan tidur lagi. Sekira pukul 07.00 WIB, karyawan SPBU Hermawan melihat korban terbaring di depan garasi Bakpia Kencana, saat mencoba untuk berkomunikasi dengan korban juga tidak direspon.
“Selanjutnya saksi ini memberikan kardus kepada korban untuk alas tidur. Setelah itu dia memberitahu saksi lainya yakni Bagus Sebekti tukang menyeberangkan jalan di SPBU perihal tersebut. Orang itu menghampiri korban dan mendapati korban sedang berjongkok sambil berpegangan pada tiang penyangga bangunan. Oleh saksi, korban diminta untuk bangun dan diajak komunikasi tapi korban hanya berdiri tapi tidak merespon komunikasi,” terangnya.
Sekitar pukul 08.15 WIB, Suhatmaka, pegawai SPBU dan Muhammad Irfan karyawan rumah makan, mengecek saluran air belakang garasi, karena air mati dan menemukan korban posisi duduk di atas tumpukan ban. Saat itu korban masih sadar.
Sekira pukul 09.00 WIB, saksi kembali ke garasi belakang untuk memastikan keadaan korban, namun mendapatkan korban sudah telentang tidak bergerak dan tidak bernafas, setelah dicek nadi korban tidak ada denyut. Dari hasil pengecekan kondisi luar korban oleh dr. Susi dari Puskesmas Salam, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan pada kemaluan mengeluarkan sperma.
Informasi yang didapat petugas dari pihak keluarga, korban sudah berhenti bekerja sejak 3 bulan lalu karena tempatnya bekerja bangkrut. Korban bekerja di home industry konveksi di Pekalongan.
Korban pamit pergi pada hari Selasa kemarin bersama dua orang temannya yang tidak dikenal oleh keluarga dan mau ke Jogja. Namun tidak diketahui untuk keperluan apa.
“Informasi dari keluarga korban memiliki riwayat penyakit asma dan apabila kedinginan suka kambuh. Dalam hal ini keluarga menerima kematian korban serta bersedia membuat pernyataan tidak dilakukan autopsi,” pungkas Alfan.