Setuju muktamar diundur 2022, PWNU Jabar akan berkirim surat ke PBNU

Ketua PWNU Jawa Barat Kiai Juhadi Muhammad menyatakan akan berkirim surat, memberikan masukan kepada Pengurus Besar Nhadlatul Ulama (PBNU) terkait pelaksanaan Muktamar ke-34 yang rencananya dilaksanakan pada 23-25 Desember 2021 agar diundur Januari tahun 2022 sesuai arahan 9 kiai sepuh ke PBNU.

Update: 2021-11-25 16:47 GMT
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Ketua PWNU Jawa Barat Kiai Juhadi Muhammad menyatakan akan berkirim surat, memberikan masukan kepada Pengurus Besar Nhadlatul Ulama (PBNU) terkait pelaksanaan Muktamar ke-34 yang rencananya dilaksanakan pada 23-25 Desember 2021 agar diundur Januari tahun 2022 sesuai arahan 9 kiai sepuh ke PBNU.

"Situasi yang masih pandemi Covid-19 dan biar persiapan panitia lebih maksimal,  serta meminimalisir risiko yang tidak kita inginkan lebih baik dimundurkan saja muktamarnya. Terlebih saat ini pemerintah masih belum memperbolehkan kerumunan karena masih pandemi Covid-19. Saya setuju baiknya diundur saja,” kata Juhadi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Kamis (25/11).

Meski diundur, lanjut Juhadi, tidak ada mudlaratnya terhadap PBNU karena secara organisasi masih tetap berjalan dengan baik tidak ada pengaruhnya terhadap pengurus dibawahnya.

"Saya melihat walaupun muktamar diundur tidak ada mudlaratnya terhadap PBNU apalagi ke PW dan PCNU, dan secara organisasi juga masih berjalan dengan baik, kondusif, dan kompak," ujar Juhadi.

Terkait adanya pihak yang ingin muktamar dimajukan, Kiai Juhadi mempersilahkan dan kalau punya pemikiran begitu tentunya harus disertai dengan alasan-alasan yang masuk akal dan bisa diterima semua pihak bukan didasari kepentingan pribadi.

"Saya persilahkan jika ada yang ingin muktamar dimajukan tentunya dengan alasan yang bisa diterima semua pihak bukan karena ada kepentingan pribadi," ujar Juhadi.

Juhadi mengajak kepada para pengurus PCNU dan PWNU untuk taat dan patuh pada arahan kiai sepuh. Saya meyakini para kiai sepuh ini ikhlas mengurusi NU tidak ada kepentingan pribadi dan siapapun yang jadi Ketua Umum PBNU adalah orang pilihan yang bisa membawa kemaslahatan untuk umat.

“Saya mengajak semua pengurus NU dari Pusat sampai ranting untuk taat dan patuh dengan arahan kiai sepuh dan kita do'akan Ketua Umum PBNU terpilih nanti semoga bisa membawa kemaslahatan umat,” pungkasnya.

Tags:    

Similar News