Tingkatkan kualitas, Universitas Majalengka teken MoU dengan 2 universitas di Lampung

Universitas Majalengka Jawa Barat telah melakukan studi banding dan menandatangani MoU dengan dua Universitas besar di Bandar Lampung, yakni Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Bandar lampung dan Universitas Negeri Lampung (UNILA) pada (10-11 November 2021) lalu.

Update: 2021-12-02 16:15 GMT
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.

Elshinta.com - Universitas Majalengka Jawa Barat telah melakukan studi banding dan menandatangani MoU dengan dua Universitas besar di Bandar Lampung, yakni Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Bandar lampung dan Universitas Negeri Lampung (UNILA) pada (10-11 November 2021) lalu.

Rektor Universitas Majalengka Prof. Sutarman menandatangi MoU dengan rektor dari  UTI Dr. H. M. Nasrullah Yusuf dan Rektor UNILA Prof. Sugeng P. Harianto M.S.

Prof. Sutarman mengatakan Universitas Majalengka telah melakukan bencmark atau studi banding dengan Universitas yang memiliki usia muda namun sarat prestasi yaitu Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Bandar lampung.

Menurut Rektor, banyak hal yang bisa diambil dari UTI yang menamakan dirinya sebagai Kampusnya sang juara, selain sarat prestasi, perkembangan fisik dan non fisiknya sangat cepat, lompatan peringkatnya luar biasa dan berbagai prestasi selalu menjadi juara nasional.

"Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) yang berlokasi di Bandar lampung,  dengan status sebuah Perguruan Tinggi, sebuah Universitas yang baru berdiri tahun 2014 dengan manajemen yang luar biasa, bahkan terakreditasi perguruan tingginya baru tahun 2020. Dengan perkembangan fisik dan non fisik sangat cepat," ungkap Rektor Unma seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Kamis (2/12).

UTI dengan Slogan Kampusnya sang juara kata Prof. Sutarman, berbagai hal pertandingan mahasiswanya baik olahraga, seni, bahasa Inggris, robotikanya, semuanya juara nasional baik yang diselenggarakan Dikbud atau yang lain. 

Ia juga menyinggung dari akreditasi dan rangking perguruan tinggi yang disandang UTI memiliki predikat yang luar biasa 

"Terus, jika dilihat dari perkembangan tentang akreditasi, baru saja terakreditasi institusi dengan nilai baik sekali atau setarap A, saat dulu. Kalau sekarang tahapannya baik, baik sekali lalu unggul," katanya.

Sementara dilihat dari pemeringkatan, UTI dari pemeringkatan internasional Webometrics dirangking 60-an se-Indonesia.  Sedangkan dilihat dari Unirank tahun 2021 ke 64.

"Kalo Webometrics basisnya di Spanyol, sedangkan Unirank di Sydney yang memperingkatkan beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Tahun lalu rangking Unirank UTI 228 se-Indonesia dan Unma 225, namun tahun ini UTI ranking 64 Unirank dan Unma ke 220," paparnya.

Prestasi yang luar biasa dan mengesankan bagi universitas kendati masih muda dari segi usia tersebut menurut Rektor patut dilakukan studi banding untuk Universitas Majalengka.

"Semua kegiatan-kegiatan UTI sangat mengesankan dengan prestasi yang luar biasa. Artinya berbagai kompetisi  baik kompetisi mahasiswa, olahraga, kesenian, bahasa, IoT, robotik, Bahkan ada yang sampai ke luar negeri karena juara nasional dan mendapatkan tiket ke Amerika." katanya.

Prof. Sutarman menilai manajemen di UTI adalah kuncinya. Karena menurut dia jika dilihat dari Dosen maka Unma lebih senior, karena Unma lebih dulu pendiriannya. kemudian untuk Dosen jika dilihat dari jabatan fungsional dan segala macamnya Unma lebih dibanding UTI.

"Fungsi dari manajemen UTI yang luar biasa, bagaimana pimpinan bisa memberdayakan potensi sehingga terealisasi menjadi prestasi, nah mereka itu potensinya biasa tetapi bagaimana itu bisa diberdayakan sehingga berprestasi luar biasa. Itu kan fungsi dari manajemen yang belum ada dan terus terang saja Unma belum bisa seperti itu," tandasnya. 

Selain itu, Rektor Unma juga melihat kekompakan, perhatian pimpinan, yayasan terhadap universitas luar biasa erat. Program-program yang dikembangkan oleh universitas teknokrat itu sangat selaras dengan yayasan.

Lalu kata rektor, bagaimana UTI memperhatikan kesejahteraan para dosen, sampai memiliki perumahan dosen. Dosen-dosen muda difasilitasi rumah. Jadi mereka relatif fokus dan tidak memikirkan hal-hal lain.

"Mungkin secara bertahap harus bisa dilaksanakan Unma, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana membangun budaya untuk Mutu. Semuanya bekerjasama sesuai dengan target-targetnya. Semuanya harus sesuai budaya mutu sehingga akan bermuara pada berbagai program, target-target bisa tercapai, itulah yang bisa didapat dari UTI," tandasnya.

Masih di Bandar Lampung, Prof Sutarman juga telah melakukan penandatangan MoU Universitas Majalengka dengan Universitas Negeri Lampung (UNILA).

"Di Bandar Lampung ada ada perguruan tinggi negeri yaitu Universitas Negeri Lampung atau Unila. Rektornya sama-sama di forum rektor Indonesia. Saat itu dia sebagai ketua komisi dan saya wakilnya, sekarang saya sebagai ketua komisi dan dia sudah selesai. Artinya bahwa persaudaraan, pertemanan melalui organisasi langsung terealisasi dengan pertemanan antar universitas," jelasnya.

Prof. Sutarman menyebut UNILA memiliki orang-orang yang memiliki peran disana adalah orang Majalengka seperti pemberdaya petani kopi, pengelola sampah menjadi energi, pupuk dan sampah organik, dan ahlinya adalah orang Majalengka. 

"Jadi kami datang kesana sebetulnya serasa berkunjung ke saudara, artinya bahwa Unma ini bukan lagi dikenal di Majalengka tapi mereka juga merasa bangga ternyata universitas di kampusnya datang,'"

Rektor juga mengatakan, Unma dan UNILA melakukan kerjasama dibidang Pertanian dan Ekonomi, karena Unma memiliki masyarakat petani binaan di Lemahsugih yang sudah dibina oleh pertanian.

"Nanti kita bekerjasama untuk pengelolaan pemberdayaan dan penelitian tentang kopi."

Ia menandaskan kehadirannya ke UNILA untuk membuat payung dan kerjasama tersebut akan ditindaklanjuti para Dekan, para Ketua Prodi dan Dosen di Universitas Majalengka. 

Tags:    

Similar News