Masuki musim hujan, warga diminta bersihkan lingkungan
Guna mengatisipasi musim hujan dan cuaca ekstrim, warga Jakarta Utara diminta melakukan kerja bakti, membersihkan saluran air sekaligus membuat resapan air melalui lubang resapan bipori.
Elshinta.com - Guna mengatisipasi dampak musim hujan dan cuaca ekstrim, warga Jakarta Utara diminta melakukan kerja bakti, membersihkan saluran air sekaligus membuat resapan air melalui lubang resapan bipori. Hal ini yang menjadi perhatian Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Hariadi, saat memonitor kegiatan kerja bakti warga Asrama Dinas Lingkungan Hidup Semper Barat, wilayah Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (12/12) pagi.
Menurut Hariadi, keberadaan sampah rumah tangga bila tidak dilakukan secara bijak, maka akan menjadi potensi timbunan sampah. Dan hal ini tentu harus dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, yang memerlukan biaya, waktu dan tenaga.
Kepala Suku dinas Lingkungan Hidup, Hariadi, beserta jajaran memonitor kerja bakti yang diikuti lebih dari 150 warga, berkolaborasi dengan pengurus RT/ RW, Karang Taruna, Remaja Masjid, ibu-ibu Dasawisma, dan PKK guna membersihkan saluran air, dan memangkas rimbunnya pohon/Toping.
Beberapa lokasi Bank Sampah dan urban farming pun tidak luput dari pantauannya, guna memastikan kebersihannya, dan kegiatan yang diperoleh dalam operasinya setiap hari, agar dapat dimanfaatkan bersama.
Kedatangan orang nomor satu di jajaran LH Jakarta Utara ke lokasi pemukiman Dinas LH ini, terfokus untuk melihat langsung warganya dalam rangka persiapan menghadapi musim hujan dan dampak rob/air laut pasang agar tidak terjadi adanya genangan air, terutama dilokasi yang berdampingan dengan Kali/got besar, dan kawasan pemukian yang masih rendah
Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Hariadi, berharap, bahwa dalam menghadapi musim penghujan, warga agar selalu menjaga lingkungan dengan membersihkan sampah, dan membuat kolam gizi berisi ikan, dan berfungsi sebagai daya serap air
"Sekarang ini menurut prediksi BMKG, sudah masuk musim hujan dan cuaca ekstrim, jadi warga harus rajin membersihkan sampah agar tidak menyumbat saluran air," papar Hariadi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, ME Sudiono, Senin (13/12).
"Dan bagi warga yang memiliki lahan, ada baiknya membuat kolam gizi, yang dapat digunakan sebagai serapan air, dan bisa memelihara ikan Lele, ikan Nila, dan lainya, yg bermanfaat untuk ketahanan pangan, serta menjaga keseimbangan tanah dengan membuat urban farming, yaitu perbanyak tanaman produktif dan pelindung seperti Toga atau apotik hidup, atau lainnya atau urban farming" tambah Hariadi.
Dalam kunjungannya ke Komplek LH di Semper Barat, Cilincing, Jaara Utaa, Hariadi sempat menjelaskan mengenai sampah residu yang dapat dimanfaatkan secara ekonomi, seperti kaleng, atau galon bekas yang ditambah bahan kain bekas dikolaburasi dengan semen, maka bisa dibuat pot tanaman yg bernilai ekonomi.
Selain itu, minyak jelantah pun dapat disedekahkan menjadi nilai ekonomi. Dan gelas atau botol bekas air mineral, dapat dijual ke Bank Sampah terdekat. Untuk daun kering, dapat diolah kembali menjadi pupuk organik cair yang dapat digunaan sebagai penyubur tanaman.