291 nama terukir di Monumen Pahlawan Covid-19 Jawa Barat

Ada 291 nama yang  tercatat di Monumen Pahlawan COVID-19 Jawa Barat, 44 nakes diantaranya berstatus sebagai aparatur sipil negara. 

Update: 2021-12-14 20:56 GMT
Sumber foto: Dudy Supriyadi/elshinta.com.

Elshinta.com - Ada 291 nama yang  tercatat di Monumen Pahlawan COVID-19 Jawa Barat, 44 nakes diantaranya berstatus sebagai aparatur sipil negara. 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jabar Boy Iman Nugraha beberapa waktu lalu, terkait peresmian monumen pahlawan COVID-19 Jawa Barat

Monumen tersebut, seperti yang disampaikan Pikobar (pusat Informasi dan koodinasi Propinsi Jabar, sebagai pengingat untuk semua bahwa menangani pandemi tidak mudah dan butuh pengorbanan termasuk jiwa. 

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jabar Boy Iman Nugraha, Monumen Pandemi COVID -19 merupakan bagian dari kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jabar. 

Menurut Boy, ada empat segmen. Pertama, bersama dengan Kawasan Gasibu dalam areal Welcome Plaza. Segmen kedua, Griya Kriya atau tempat promosi. Segmen ketiga Ruang Festival, dan Segmen keempat Monumen Perjuangan Rakyat Jabar di Jalan Dipatiukur sebagai induknya.

“Pembangunan monumen ini sudah direncanakan sejak 2013-2014 lalu, di mana Pemda Provinsi Jabar sudah merencanakan merevitalisasi kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dan Gasibu. Kemudian bersamaan dengan PON 2016 kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dengan Gasibu dijadikan tepas (etalase) Jawa Barat,” ujar Boy seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Dudi Supriyadi, Selasa (14/12).

Menurut dia, kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat plus Gasibu itu sudah dikelola dan tata mulai tahun 2014 hingga 2016. Hingga 2016 tersebut hanya baru Gasibu yang selesai.

“Tahun 2020 Pemda Provinsi Jabar melalui Dinas Perumahan Permukiman itu memiliki anggaran  untuk revitalisasi kawasan Monumen Perjuangan Jawa Barat atau Monju,” ujar Boy.

“Namun karena terjadi pandemi yang dimulai sejak Maret tahun 2020 itu kita mengalami refocusing, mengalami rasionalisasi anggaran dan baru bisa menyelesaikan Welcome Plaza ini,” kata Boy melanjutkan.

Adapun besaran anggaran yang digunakan, kata Boy, untuk Welcome Plaza dan Gerbang Pandang menyerap Rp16 miliar APBD 2020. Sedangkan untuk ornamen arsitektural Ruang Kontemplasi dan Penghargaan COVID-19 termasuk lambang Jawa Barat menyerap Rp260 juta yang bersumber dari CSR tahun 2021.

Boy mengatakan, Welcome Plaza ini semula dijadikan gerbang pandang yang menghubungkan Gedung Sate – Monju dan Gunung Tangkubanparahu. Ibarat membingkai, pola dari utara maka akan terlihat Kawasan Gasibu dan Gedung Sate, sedangkan jika membingkai dari selatan akan terlihat Kawasan Monju dan Gunung Tangkubanparahu.

Awalnya Pemda Provinsi Jabar hanya akan membangun Welcome Plaza di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Tapi di tengah perjalanan, kata Boy, Gubernur Ridwan Kamil mengusulkan ide membangun monumen untuk menghormati para nakes yang berjuang di garda terdepan. 

“Ada pemikiran untuk menambahkan nilai terhadap ornamen arsitektural yang ada di gerbang Welcome Plaza ini,” tutur Boy.

Tags:    

Similar News