PAPDI Malang bangun huntara korban erupsi Gunung Semeru
Sebagai bentuk simpati pada para korban bencana alam erupsi Gunung Semeru, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Malang, Jawa Timur memberikan bantuan berupa pembangunan hunian sementara (huntara) pada para pengungsi akibat erupsi Gunung Semeru.
Elshinta.com - Sebagai bentuk simpati pada para korban bencana alam erupsi Gunung Semeru, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Malang, Jawa Timur memberikan bantuan berupa pembangunan hunian sementara (huntara) pada para pengungsi akibat erupsi Gunung Semeru.
Ketua PAPDI Cabang Malang, Dr dr Atma Gunawan SpPD K-GH, FINASIM mengatakan, huntara dianggap sangat penting bagi para pengungsi yang sejak 4 Desember 2021 mereka bertahan di tenda pengungsian.
“Ini merupakan satu bentuk simpati serta gerak cepat dari PAPDI cabang Malang untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru yang kehilangan tempat tinggal,” ujar Atma seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El-Aris, Minggu (23/1).
Ditambahkan Atma, PAPDI Cabang Malang bergerak cepat dengan memberikan kontribusi dalam pembuatan Integrated Community Shelter (ICT).
“Kita akan membantu dalam bentuk pembuatan 32 shelter atau huntara yang berlokasi di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang dan sebagai langkah awal dibangun 10 shelter dan terus dikembangkan pada pembuatan shelter yang lain. Kita ingin bangun 100 shalter,” ungkapnya.
Soal dana pembuatan shalter, ketua PAPDI Cabang Malang ini mengatakan, dana pembuatan merupakan donasi tidak hanya dari PAPDI namun juga dari organisasi lain di luar Malang.
“Ada dari PAPDI Jakarta, Yogyakarta, Semarang dan sejumlah wilayah lainnya,” imbuhnya seraya menyebut dari donasi yang dihimpun terkumpul sebesar Rp302.251.934.
“Untuk pembuatan huntara /shalter kita kerja sana dengan Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Malang untuk membangun huntara. Selain membangun huntara pihaknya juga serahkan bantuan secara langsung pada masyarakat terdampak di Desa Sumberwuluh dan Penanggal di Kecamatan Candi Puro,” jelasnya.
Sementara itu, Abidin Hanif, Brand Manager ACT Malang mengungkapkan lokasi untuk pembangunan huntara/ICT dalam pembangunan ruas jalan bertempat di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro.
“Bangunan direncanakan dibangun 32 huntara namun awal dibangun 10 dengan ukuran 5x10 bahan bangunan Kalsibot dengan 1 kamar tidur, dapur dan ruang tamu. Selain itu di lokasi juga dibangun fasilitas kesehatan serta tempat ibadah," tutupnya.