Hadapi Covid-19 varian Omicron, Menkes imbau masyarakat tidak panik
Menteri Kesehatan, Budi Gunardi Sadikin meninjau akselerasi percepatan vaksinasi serentak se-Indonesia di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Jawa Barat.
Elshinta.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunardi Sadikin meninjau akselerasi percepatan vaksinasi serentak se-Indonesia di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Jawa Barat.
Budi Gunadi Sadikin, meminta masyarakat tidak panik menghadapi Covid-19 varian Omicron yang kasusnya saat ini sedang meningkat. Varian baru ini penyebarannya lebih cepat.
"Varian omicron ini penyebarannya cepat. Saya sampaikan yang belum divaksin harap cepat divaksin. Kita liat orang yang meninggal 60 persen belum divaksin dan yang terkena gejala berat 60 persen belum divaksin juga," ujar Budi Ginardi Sadikin seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Hendrik Raseukiy, Kamis (3/2).
Budi mengingatkan masyarakat tetap disiplin menjaga protokol kesehatan dan bersama mencegah varian baru Covid-19 ini menyebar.
Pantauan pengalaman di negara lain peningkatan orang terpapar Covid-19 ini dua hingga tiga kali lebih cepat penyebarannya.
Dirinya juga meminta kepada masyarakat yang terkena Covid-19 tanpa gejala serta saturasi oksigen di atas 95 persen untuk melaksanakan isolasi mandiri di rumah. Menurutnya, rumah sakit diperuntukan bagi pasien yang membutuhkan oksigen.
Di tempat yang sama, Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, saat ini pihaknya sudah membuka kembali tempat isolasi terpusat (isoter) bagi pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG) di Guest House Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Indonesia (UI) mulai 31 Januari 2022. Kapasitas isoter PSJ sendiri yakni 56 tempat tidur. Isoter ini diperuntukkan kepada warga yang tidak memungkinkan isolasi mandiri di rumah.