Pemda Aceh Utara minta kontraktor proyek irigasi Kreung Pase tetap utamakan aktivitas pertanian

Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Utara meminta kontraktor PT.Rudi Jaya pelaksana proyek Bendungan irigasi Krueng Pase, Kecamatan Meurah Mulia tidak terkendala  para petani yang ada di 9 Kecamatan untuk bisa mengelola 15.000 hektar areal persawahan bercocok tanam seperti biasanya.

Update: 2022-02-11 13:13 GMT
Sumber foto: Hamdani/elshinta.com

Elshinta.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Utara meminta kontraktor PT.Rudi Jaya pelaksana proyek Bendungan irigasi Krueng Pase, Kecamatan Meurah Mulia tidak terkendala  para petani yang ada di 9 Kecamatan untuk bisa mengelola 15.000 hektar areal persawahan bercocok tanam seperti biasanya.

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf didampingi Kabag Humas Sekdakab Aceh Utara Hamdani, beserta  Camat Meurah Mulia, Camat Nibong juga IPSM langsung turun ke lokasi melihat kondisi proyek Bendungan Irigasi Krueng Pase yang sedang dikerjakan kontraktor pelaksana asal Jawa Timur dinilai lamban dan terkesan seperti ada masalah. Hal itu disampaikan Kabag Humas Sekdakab Aceh Utara Hamdani. 

"Bapak Wakil Bupati berdialog langsung di lapangan dengan perwakilan perusahaan terkait progres pekerjaan. Kita meminta kepada kontraktor pelaksana proyek tersebut untuk dapat membuka sayap kiri dan kanan bisa dialiri air ke saluran irigasi kedua-duanya hidup, sehingga para petani yang ada di sembilan kecamatan di Aceh Utara bisa mengelola areal persawahan. Bisa normal seperti biasanya, jangan terhambat lah ini demi sektor pertanian Aceh Utara tidak menjadi terkendala," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani, Jumat (11/2).

Hamdani mengatakan, Pemerintah Daerah Aceh Utara komit hal keluhan para petani tentang kendala yang terjadi saat ini. Pemda akan mengupayakan untuk menormalkan aliri air irigasi sayap kanan dan sayap kiri segera normal, sehingga para petani di 09 Kecamatan bisa kembali mengarap persawahan mereka.

"Kita sudah meminta ke pihak Kontraktor untuk upaya ini segera mungkin,untuk bisa hidupkan sayap kanan dan kiri normal kembali,dan pekerjaan proyek bendungan terus dikerjakan tampa menghambat aliri air ke dua saluran untuk petani," tegasnya.

Hasil pantauan wartawan media ini di lokasi proyek Bendungan Irigasi Krueng Pasee yang sedang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana tidak adanya aliran sungai melalui saluran tanggap darurat, antara sayap kiri dan sayap kanan belum dibuka. Ini bisa berakibat ke para petani mengalami gagal panen dan kerugian ditaksir hingga ratusan juta rupiah.

Warga berharap supaya Bendungan Krueng Pase peninggalan Belanda tersebut segera selesai dengan permanen dan adanya saluran tanggap darurat untuk mengaliri persawahan selama pengerjaan proyek tersebut agar tidak menimbulkan keresahan petani.

Tags:    

Similar News