Minyak goreng masih langka di pasar di Kabupaten Subang 

Dalam sepekan terakhir terjadi kelangkaan minyak goreng curah di Kota Subang, Jawa Barat. Bahkan dari beberapa pantauan, terjadi antrian pembeli di berbagai tempat yang menjual minyak goreng. 

Update: 2022-02-17 11:55 GMT
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Elshinta.com - Dalam sepekan terakhir terjadi kelangkaan minyak goreng curah di Kota Subang, Jawa Barat. Bahkan dari beberapa pantauan, terjadi antrian pembeli di berbagai tempat yang menjual minyak goreng. 

Kelangkaan minyak goreng curah dipicu karena belum adanya pasokan kepada distributor di Kota subang. Sedangkan untuk minyak goreng kemasan dan kemasan sederhana, saat ini pasokannya mengalami hal yang sama atau langka. Selain itu juga, terjadinya panic buying, ikut memperparah kondisi kelangkaan minyak goreng. di Kota Subang.

Salah satu pedagang gorengan dan kelontong di Pasar Panjang Subang masih mengeluh sulitnya untuk mendapat minyak goreng curah kelapa sawit dan minyak kemasan satu harga yang ditetapkan pemerintah.

Minyak goreng kemasan satu harga Rp14.000/liter/bungkus/orang, sangat sulit dan langka ditemukan di tingkat penyalur maupun grosir minyak goreng, begitu juga minyak goreng curah kelapa sawit yang ditetapkan pemerintah harganya Rp 11.500/liter.

Seorang pedagang minyak goreng di Pasar panjang Aldy yang ditemui Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Kamis (17/2) mengatakan, dirinya belum mendapat kiriman atau pasokan minyak goreng curah dari Jakarta sementara harga tebus minyak goreng curah disebut Aldy, sudah berada di atas Rp11.500/liter.

"Kalaupun ada harga tebusnya saja, sudah berada di atas harga ketetapan eceran pemerintah, bagaimana kita mau jual di Pasar ini, dengan harga yang ditetapkan pemerintah Rp11.500/liter. Untuk membawa minyak" keluhnya.

Menurut Aldy, di pasar pedagang jual Rp12.500/Kg, tapi karena yang dikirim, hanya satu mobil tanki sebanyak 20 ton, dibagi untuk tiga lokasi, setengah hari dijual, minyak gorengnya sudah habis.

“Setelah hari Jumat (4/2) lalu, sampai pada hari Minggu (13/2) ini, tidak ada lagi pasokan minyak goreng curah kelapa sawit murah dari pabrik minyak goreng,” ujar Aldy.

Hampir setiap hari, kata Aldy, dirinya ditelpon pelanggan minyak goreng curah menyakan apakah minyak goreng curah kelapa sawit sudah masuk ke Pasar Panjang ini.

Setiap siang, pelanggan sudah datang ke toko tempat jual minyak goreng curah kelapa sawit di Pasar Panjang Subang ini, tapi karena pasokan minyak goreng curahnya belum ada, mereka sangat kecewa.

Sementara itu untuk di Toserba Griya Subang ketersediaan minyak kemasan ini pun mengalami hal yang sama (kelangkaan) tidak hanya di Griya, dari pantauan secara langsung ketersediaan minyak kemasan ini di hampir semua hyper mart minyak gorengpun ikut raib.

Seorang penjaga toko mengatakan bahwa tokonya didrop minyak goreng dari pusat dijatah dengan alasan susahnya minyak goreng yang didapat toko. Kalaupun ada mereka menjatah pembeli minyak goreng itu hanya untuk kemasan 900Mg per 1 orang.
 

Tags:    

Similar News