Diduga gelapkan uang warga, ibu rumah tangga di Koja diamankan petugas

Anggota Kepolisian Sektor Koja Jakarta Utara mengamankan seorang ibu rumah tangga berinisial DA (27), karena diduga telah menggelapkan dana warga yang dihimpun lebih dari Rp4 milyar.

Update: 2022-02-20 14:48 GMT
Sumber foto: ME Sudiono/elshinta.com.

Elshinta.com - Anggota Kepolisian Sektor Koja Jakarta Utara mengamankan seorang ibu rumah tangga berinisial DA (27), karena diduga telah menggelapkan dana warga yang dihimpun lebih dari Rp4 milyar, di Kampung Beting Jaya, Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, dengan mengiming-imingi harga minyak goreng dan sembako lainnya  murah

Modus Ibu rumah tangga muda menghimpun dana sebanyak itu dari warga, berawal ketika kelangkaan minyak goreng dan mengadakan dengan harga Rp190.000 hingga Rp200.000 per pak isi 6 botol @ 2 liter, dan 12 botol @ 1 liter, sementara harga di pasaran minyak itu antara Rp225.000 hingga Rp250.000,-

Awanya pengadaan sembako berupa minyak goreng, mie instan, kopi, telur, dan lainnya dapat berjalan lancar selama 5 bulan, dan DA mengaku kepada warga barang yang dipesan itu langsung dari pabrik, sehingga harganya murah dan warga bisa menjual kembali dengan memperoleh keuntungan meskipun dijual ke agen-agen atau kepada pedagang di pasar.

Adanya bukti, maka mereka pun bersemangat mencari dan mengumpulkan modal untuk memesan sembako, terutama minyak goreng yang sedang langka, dan harganya pun tinggi

"Ada harga minyak goreng dari merek-merek ternama harganya murah, pastilah tergiur dan berusaha mengajak temen," ujar Beby Priesay Putri, salah seorang korban yang mengalami kerugian Rp 730 juta seperti dilaporkan Reporter Elshinta, ME Sudiono, Minggu (20/2). 

"Sekarang ini sudah sebulan sejak menyetor, minyaknya nggak turun-turin juga. Dan waktu ditanya kabarnya kapan akan ditirinkan, DA selalu berkilah bahwa antriannya panjang dan kita disuruh sabar menunggu" tambah Beby

Warga yang kecewa menunggu pun akhirnya mendatangi kediaman DA serentak, menagih janjinya hingga terjadi dramatis, hingga Polisi mengamankan pelaku dibawa ke Mapolres Jakara Utara, agar tidak terjadi amuk massa atau hal-hal yang tidak diinginkan

"Puluhan korban berdatangan ke rumah DA nagih janji, dan sempat ditanya barangnya atau minta dibalikin aja duitnya, tapi pelaku sama keluraganya keliatannya santai" papar Ade Marliyanto.

"Lucunya lagi, bapaknya DA nyemburin air ke depan pintu rumahnya supaya anaknya bebas dari tuntutan para korban" tambah Ade sambil
tertawa mengingat kelakuan ayah pelaku.

Tags:    

Similar News