Pedagang tahu tempe di Pasar Waru Cilincing, Koja masih mogok berjualan
Produsen tahu tempe masih melakukan aksi mogok hingga hari ke 3 terkait kenaikan harga kedelai. Akibatnya, di Pasar Waru Jl Raya Cilincing, Koja, Jakarta Utara dan beberapa pasar lainnya, tidak terlihat penjual makanan khas Indonesia berbahan baku kedelai tersebut.
Elshinta.com - Produsen tahu tempe masih melakukan aksi mogok hingga hari ke 3 terkait kenaikan harga kedelai. Akibatnya, di Pasar Waru Jl Raya Cilincing, Koja, Jakarta Utara dan beberapa pasar lainnya, tidak terlihat penjual makanan khas Indonesia berbahan baku kedelai tersebut.
Melonjaknya harga kacang kedelai hngga hari ke 3 ini, para produsen tahu dan tempe belum melakukan produksi makanan khas Indonesia, yang mengandung gizi tinggi itu.
Sejak hari Senin (21/2) lalu, para pedagang tahu dan tempe di seluruh Perumda Pasar Jaya, khususnya di area 14, tidak ada yang berjualan karena tidak adanya produksi pembuat makanan yang diolah.
Bagi pedagang tahu dan tempe, bila memang ada produknya itu ada, maka mereka akan tetap berjualan walaupun harus mengurangi ukuran atau menaikkan harga lantaran tinggi harga pokok bahan bakunya.
Pantauan Reporter Elshinta, ME Sudiono, Rabu (23/2) lapak tahu tempe di pasar Waru, pasar Koja, dan pasar lainnya, termasuk pasar kaget/pasar senggol, tampak kosong. Hanya ada meja yang tidak terisi barang dagangan apapun dan pedagangnyapun tidak berada di lokasi pasar tersebut.
Dijelaskan seorang staf Pasar Waru, Untung Angga Saputra yang dijumpai di kantornya, bahwa 6 pedagang tahu tempe di Pasar Waru sudah 3 hari tidak berjualan tahu dan tempe, karena produsennya melakukan aksi mogok
"Sejak hari Senin tanggal 21 hingga hari ini, nggak ada yang jualan tahu tempe, mereka tidak datang ke pasar, sesuai surat edarannya dari para pedagang" tutur Untung Angga Saputra.
"Hal ini dikarenakan pabriknya tutup, diduga akibat harga kedelai mahal melambung tinggi jadi mereka tidak memproduksi makanan itu," lanjut Angga sapaan akrabnya.
Diprediksi Angga, para pedang makan khas Indonesia ini akan melakukan aktifitasnya kembali berjualan di pasar Waru pada hari Kamis (24/2).
"Kalau membaca dari surat edaran yang diterima manajemen pasar Jaya, mereka hanya melakukan aksinya selama 3 hari, jadi seharusnya besok (Kamis, 24/2) sudak aktif berjualan lagi," papar Angga.
Para pedagang tahu dan tempe selama libur 3 hari, tidak melakukan kegiatan apapun dan tidak menjual barang apapun atau dagangan lainnya, dan mereka berada di kediamannya masing-masing bersama keluarga.
Pihak manajemen Perumda pasar tidak dapat memaksakan kehendak atas aksi mogoknya para pedagang tempe dan tahu, yang penting mereka memberitahukan kepada pihak Pasar Jaya atas rencana aksinya itu, melalui surat edaran, sehingga ketiadaan mereka dapat diberitahukan kepada warga yang bertanya.
Seorang warga Koja, Jakarta Utara, Ratna (52) berharap agar Pemerintah dapat mengatasi masalah harga kebutuhan pokok yang saat ini melambung, sementara perekonomian rakyat sedang kurang baik.
"Pemerintah harusnya segera mengatasi kebutuhan pokok yang makin susah seperti minyak goreng, Kacang kedelai, daging sapi, dan lainnya supaya masyarakatnya tenang" harap Ratna.
"Dan pabrik tempe tahu segera memproduksi kembali makanan khas Indonesia, walaupun harga masih belum stabil," tambah Ratna.