Selesai rekonstruksi, Jembatan Tambakboyo yang sempat roboh resmi difungsikan
Jembatan Tambakboyo di Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah akhirnya selesai direkonstruksi.
Elshinta.com - Jembatan Tambakboyo di Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah akhirnya selesai direkonstruksi. Jembatan yang dibangun dengan nilai Rp10,886 miliar tersebut diresmikan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Jumat (4/3). Seperti diketahui, jembatan ini diperbaiki setelah sempat ambruk karena "human error" beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Atmojo mengatakan, Jembatan Tambakboyo ini dikerjakan selama 144 hari kalender mulai 20 September 2021 sesuai kontrak. Nilai kontrak Rp10,886 miliar tersebut, selain untuk membangun jambatan gantung, juga untuk pengembalian kondisi jalan, cor jalan pendekat, dan juga untuk talud jalan pendekat. "Sudah selesai dan langsung diserahkan ke pemerintah daerah," kata Bowo seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Sabtu (5/3).
Jembatan Tambakboyo sendiri merupakan penghubung Dukuh Sidodadi dan Dukuh Blerong, Desa Tambakboyo. Selama ini, pedukuhan dalam satu desa tersebut terpisah oleh Sungai Bengawan Solo.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani berharap, Jembatan Tambakboyo sudah dapat dimanfaatkan secara maksimal dan mampu memperlancar mobilitas masyarakat Kabupaten Sukoharjo dengan Kabupaten Klaten. "Jembatan ini diharapkan berkontribusi besar bagi masyarakat untuk memperlancar akses du pedukuhan yang selama ini terpisahkan oleh Sungai Bengawan Solo," ujar Etik.
Sebelum ada jembatan, lanjutnya, warga harus menyeberang sungai dengan jembatan sesek dari bambu, bahkan harus menempuh rute yang memutar ketika debit air sungai meningkat. Jembatan Tambakboyo mendukung konektivitas antara Dukuh Sidodadi dan Dukuh Blerong di Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari.
Keberadaan jembatan otomatis memangkas rute perjalanan menjadi lebih efisien. Dalam hal pembangunan, fungsi jembatan tidak bisa dipandang sebelah mata. Jembatan bermanfaat sebagai sarana membuka akses satu daerah ke daerah.
"Dengan adanya jembatan, warga tidak perlu memutar sampai wilayah Klaten atau melalui jembatan bambu lagi," tambahnya.