Pedagang eceran di Salatiga pilih tidak jual minyak goreng 

Sejumlah pedagang sembako di Pasar Blauran, Salatiga, Jawa Tengah memilih tidak menjual minyak goreng karena sulit menjual dengan harga standar yang ditetapkan pemerintah Rp14.000 per liter. 

Update: 2022-03-07 12:46 GMT
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Sejumlah pedagang sembako di Pasar Blauran, Salatiga, Jawa Tengah memilih tidak menjual minyak goreng karena sulit menjual dengan harga standar yang ditetapkan pemerintah Rp14.000 per liter. 

Eni salah satunya, sudah hampir sebulan ini tidak menjual minyak goreng karena sulit menjual minyak goreng. Para konsumen menurutnya hanya mau membeli minyak goreng dengan harga Rp14.000 per liter. Padahal dirinya membeli dari distributor minyak goreng sudah di harga Rp14.000 per liter. Itu pun harus satu paket dengan pembelian bahan pokok lainya seperti beras dan tepung. 

"Lebih baik tidak jualan minyak goreng daripada rugi," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Senin (7/3).

Hal yang sama dikatakan Tumini, pedagang sembako lainnya di Pasar Blauran, Salatiga. Menurutnya jika harus menjual minyak goreng risikonya rugi apalagi membeli minyak goreng di distributor harus satu paket dengan pembelian bahan pokok lainya untuk dapat memperoleh minyak goreng dengan harga Rp14.000 per liter. 

"Harapan pengecer  minyak goreng dapat kembali murah biar kalau jual dapat untung," harapnya.

Tags:    

Similar News