Aksi jalan mundur sambil santap durian di KPK dan PKB, massa AGAMIS menolak lupa kasus Duriangate

Kelompok massa mengatasnamakan Aliansi Gerakan Amankan Muhaimin Iskandar (AGAMIS) menggelar aksi jalan mundur di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (7/3).

Update: 2022-03-07 17:56 GMT
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com

Elshinta.com - Kelompok massa mengatasnamakan Aliansi Gerakan Amankan Muhaimin Iskandar (AGAMIS) menggelar aksi jalan mundur di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (7/3).

Aksi jalan mundur sambil menyantap durian itu sebagai simbol mengingatkan kembali agar lembaga antirasuah itu tidak lemah dan tetap istiqomah dalam menjalankan tugas memberantas korupsi di tanah air, termasuk dugaan korupsi yang menyeret nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin. 

Diantaranya adalah kardus durian, optimalisasi Daerah, dan proyek infrastruktur.

"Demi menjaga marwah KPK, aksi jalan mundur ini juga sebagai simbol agar para penyidik KPK tidak gentar dan berselingkuh dengan koruptor. Usut tuntas kasus-kasus besar yang melibatkan Cak Imin," tegas Koordinator Aksi Lukman.

Dia berharap nama Cak Imin yang kerap disebut didalam persidangan tersebut dan terindikasi melakukan penyimpangan maka sudah sepantasnya dilakukan upaya proses hukum pemeriksaan kembali.

"Kami minta agar semua yang terlibat bisa diusut, agar memberikan rasa keadilan di tengah masyarakat. Jangan cuma anak buahnya saja yang ditangkap tapi bosnya dibiarkan bebas. Periksa secara menyeluruh Cak Imin," tambah Lukman dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi Elshinta.com, Senin (7/3). 

Mereka menyayangkan Cak Imin hingga saat ini tidak tersentuh oleh KPK. Padahal dugaan keterlibatannya dalam kasus "Kardus Durian" kerap terungkap dalam sidang dua anak buahnya yaitu I Nyoman Suisnaya dan Dadong Irbarelawan serta Dharnawati di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.  

Selain di Gedung KPK, massa AGAMIS juga melakukan aksi serupa di Kantor PKB dengan berjalan mundur sambil menyantap Durian sekaligus membawa kardus durian.

Sementara seperti diketahui, pada 2018, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin menegaskan bahwa dirinya merasa aneh karena kasus tersebut telah selesai pada 2012 lalu. Terlebih para saksi juga tidak ada yang menyebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi itu.

“Itu kasus sudah selesai, orang yang mentasnamakan saya sudah dibantah di pengadilan,” ujar Cak Imin di kediaman politikus senior Golkar Akbar Tandjung, kawasan Kebayoran, Jakarta.

Oleh sebab itu apabila kasus 2012 lalu kembali diungkit saat ini, Cak Imin menduga itu hanya untuk menyerangnya lewat kampanye hitam. Hal itu karena dirinya ingin maju di Pilpres 2019.

“Kalau hari ini muncul tidak lebih dari black campaign saja,” tegasnya.

 

Tags:    

Similar News