Fasilitas pemasaran tingkatkan daya saing produk kerajinan UMKM di Bali 

Koperasi dan UKM bersama PT Oriental Indrakila Persada (IOP) telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum id Understnding (MoU) di bidang infrastruktur UKM. Fasilitas infrastruktur pemasaran tersebut rencananya akan dibangun di Desa Manggis dan Ulakan, Kabupaten Karangasem, Bali. 

Update: 2022-05-27 14:58 GMT
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Koperasi dan UKM bersama PT Oriental Indrakila Persada (IOP) telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum id Understnding (MoU) di bidang infrastruktur UKM. Fasilitas infrastruktur pemasaran tersebut rencananya akan dibangun di Desa Manggis dan Ulakan, Kabupaten Karangasem, Bali. 

Rencananya infrastruktur tersebut diberikan untuk UMKM di Bali dalam memasarkan produknya. Dalam hal ini, PT IOP menyediakan sekitar 115 Unit ruang pamer berukuran 2,5 X 3 meter. Spesifikasi ruang tersebut berupa boot terbuka dan ruang pamer tersebut. 

"Dampak pandemi (Covid-19) perlu dilakukan perbaikan strategi dan diversifikasi pembangunan di Bali, sehingga tidak semata-matta bertumpu pada pariwisata," kata Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dalam sambutannya secara streaming seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Jumat (27/5). 

Menurut Teten, salah satu rencana strategi pemulihan ekonomi Bali diantaranya dengan memasukkan UMKM dalam pameran di setiap event-even besar yang diselenggarakan di Pulau Dewata. Bali, kata Teten, diharapkan jadi jendela untuk memperkenalkan produk-produk UMKM nasional. 

Direktur Operasional PT IOP Ida Bagus Oka Gunastawa mengatakan, infrastruktur UKM yang akan dibangun berupa fasilitas pemasaran terbatas di atas gedung parkir lima lantai di Desa Manggis dan Ulakan, Karangasem, Bali. 

Gedung parkir tersebut akan menampung 4.400 kendaraan kecil dan 100 bus. Gedung tersebut berarsitektur Bali dengan fasilitas fiber optic 5G serta Wi-Fi berkecepatan tinggi. 

Oka Gunastawa menambahkan, PT IOP memperkirakan gedung yang saat ini sedang dalam persiapan pembangunan itu akan beroperasi di pertengahan 2024. 

Menurutnya, pasca MoU antara PT IOP dengan Kementerian Koperasi dan UMKM, pihaknya akan melakukan pembinaan UMKM dengan menggandeng Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Bali. 

"Kita akan bekerjasama dengan Dinas Koperasi, intinya kita menyiapkan space (ruang) terlebih dulu, jadi kita sudah membangun komitmen dengan pemerintah," kata Oka Gunastawa di Nusa Dua, Bali.

Presiden Commisioner PT IOP, Ine Gunawaty  juga menambahkan, potensi pasar dari fasilitas UMKM itu diproyeksikan sebanyak 2.000 hingga 3.000 pengunjung per hari. 

"Kita berharap fasilitas yang kami bangun  mulai beroperasi secara penuh di tahun 2027. Peresmian awal arena diperkirakan dilakukan bulan Juni 2024," kata Ine di Nusa Dua, Bali. 

"Semoga UKM dan UMKM kita semakin maju diwaktu yang akan datang dan sebagai penyumbang devisa terbesar dapat terus bersinergi antara swasta nasional dengan pemerintah," pungkas Ine Gunawaty.

Tags:    

Similar News