Komisi VII DPR kunjungi proyek strategis nasional migas JTB
Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja melihat kesiapan Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikelola PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina yang berlokasi di Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur.
Elshinta.com - Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja melihat kesiapan Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikelola PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina yang berlokasi di Desa Bandungrejo, Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur.
Kunjungan dilakukan untuk memperoleh informasi lapangan yang faktual dan akurat terkait industri hulu migas di JTB. Mengingat JTB memberi kontribusi pemenuhan energi nasional, yang masuk dalam list Proyek Strategis Nasional (PSN).
“Proyek JTB ini jelas sangat strategis dan dapat memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat Bojonegoro dan Jawa Timur lainnya sekaligus Jawa Tengah. Karena dengan pemenuhan energi dari JTB akan terjadi pergerakan ekonomi, yang sekaligus akan memberikan pemasukan bagi negara melalui sales gasnya sehingga JTB akan menjadi tumpuan penting dalam pemenuhan energi nasional,” jelas anggota Komisi VII Nasril Bahar seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Andik Setyobudi, Senin (20/6).
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Proyek JTB merupakan salah satu PSN yang dirancang untuk mengolah produksi 330 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari) gas input dengan kapasitas produksi sales gas sebesar 192 MMSCFD yang akan menunjang sektor Kelistrikan, Pupuk dan Industri di Pulau Jawa.
“Proyek ini memiliki estimasi biaya pengembangan proyek senilai lebih kurang Rp 22 trilyun dengan Komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40%.,” lanjut Dwi.
Sementara itu, Direktur Utama PEPC Awang Lazuardi menerangkan bahwa JTB seperti sektor industri lainnya juga mendapat imbas dari situasi pandemi Covid-19 namun segala daya upaya, kerja keras serta berbagai terobosan terus dilakukan agar proyek ini dapat segera rampung. Masih menurut Awang, capaian saat ini menyisakan kurang dari 4 persen saja.
“Beberapa waktu kedepan JTB akan memasuki fase Gas-In untuk kemudian masuk ke start-up dan Gas on Stream,” ungkap Awang.
Proyek JTB merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor energi yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui Perpres Nomor 109 tahun 2020. Proyek ini diharapkan menjadi salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia. Suplai gas dari JTB akan memberikan ketersediaan gas bagi Pulau Jawa dan diharapkan dapat meningkatkan kemajuan perekonomian masyarakat di kawasan tersebut melalui geliat dunia usaha. Direncanakan proyek gas JTB akan segera mulai beroperasi pada tahun ini.