Cabai dan bawang merah di Kabupaten Sukoharjo kompak naik harga

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah turun langsung pengawasan harga kebutuhan pokok ke pasar tradisional.

Update: 2022-07-08 16:56 GMT
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah turun langsung pengawasan harga kebutuhan pokok ke pasar tradisional. Selain untuk memastikan stok pangan aman dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha, pantauan langsung juga sebagai respon pemerintah daerah atas kenaikan komoditas sayuran seperti cabai dan bawang merah.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengatakan, harga bahan pangan di pasaran memang cenderung fluktuatif. Tetapi saat ini cukup stabil. Tetapi pihaknya menerima laporan bahwa komoditas sayuran yakni cabai dan bawang merah terus mengalami kenaikan hampir dua pekan ini. Cabai rawit merah di pasar tradisional sekitar Rp90.000 per kilogram, sedangkan cabai merah besar antara Rp60.000 - Rp70.000 per kilogram. Sedang bawang merah dari harga Rp.50.000 per kilogram saat ini naik menjadi Rp70.000 per kilogram. Untuk komoditas lain seperti telur ayam, bawang putih dan lainnya relatif stabil.

"Kami cek langsung ke sejumlah pasar tradisional dan kenaikan terjadi disemua pasar," kata Etik seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Jumat (8/7).

Bupati menambahkan, kenaikan dua komoditas bahan pangan ini mengakibatkan pedagang mengurangi jumlah pasokan. Selain karena stok menyesuaikan modal, sayuran juga rentan busuk apabila disimpan terlalu lama karena pembeli turun. Sehingga para pedagang ini lebih memilih membatasi stok barang sehari habis. Tetapi untuk ketersediaan atau pasokan bahan pangan sendiri cukup melimpah dan tidak terindikasi terjadi penimbunan barang. Daya beli masyarakat pun dinilai masih aman.

"Memang ada penurunan daya beli masyarakat," ujarnya.

Etik  juga berkesempatan memantau perkembangan distribusi minyak goreng. Sejumlah pedagang pasar yang didatangi hari ini menyatakan bahwa pasokan minyak goreng lancar. Harga minyak goreng curah sekitar Rp15.000 per liter. Pembelian masih bebas meskipun pemerintah daerah telah meluncurkan pembelian minyak goreng bersubsidi dengan sistem tertutup. Yakni menggunakan apikasi PeduliLindungi. Nampaknya kebijakan ini belum efektif di tingkat bawah. 

Tags:    

Similar News