Ketum APERSI: Kota Medan berpotensi sediakan rumah untuk MBR 

Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kota Medan, Sumatera Utara.

Update: 2022-07-27 17:05 GMT
Sumber foto: Diurnawan/elshinta.com.

Elshinta.com - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (26/7). Rakernas yang berlangsung di Hotel JW Marriott Medan yang dihadiri oleh pengurus APERSI dari seluruh Indonesia itu dimaksudkan untuk membahas dan mengevaluasi program kerja serta menyusun program kerja kedepan, yakni merumahkan masarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk.memiliki rumah, karena 90 persen fokus pengembang adalah membangun rumah KPR Bersubsidi.

Rakernas  APERSI yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara diwakili oleh Asisten, Muhammad Fitriyus dan dihadiri Wakil Dirut Bank BTN, beberapa dirjen di lingkungan kementerian dan pejabat Pemprov Sumut juga pejabat Pemkot Medan, diisi dengan Forum Group Discusion dan talkshow bertemakan 'Rumahku Masa Depan Negeriku'.

Ketua Umum APERSI, Junaidi Abdillah menyatakan dipilihnya kota Medan sebagai tempat rakernas yang merupakan pertama kali di Pulau Sumatera adalah karena kota Medan memiliki potensi besar untuk masa depan penyediaan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Namun begitu dikatakan Junaidi  Abdillah, "dalam 2 tahun ini kita dari APERSI juga ikut prihatin atas pandemi Covid-19 yang mempengaruhi serapan perumahan dan juga ke depan banyak kendala kaitannya muncul aturan tiba-tiba seperti lahan sawah dilindungi (LSD) itu tidak menyesuaikan dengan kondisi RT/RW Kabupaten/Kota setempat".

Menyinggung tentang penyesuaian harga perumahan dikatakan Junaidi Abdillah, sejak pandemi Covid-19, kita tidak mengalami penyesuaian harga padahal rumah yang dibangun adalah segmen rumah KPR bersubsidi KPR bersubsidi.

"Harusnya setiap tahun mengalami penyesuaian harga namun pihaknya maklum karena kita semua prihatin akibat pandemi Covid-19 dan diharapkan tahun ini harusnya sudah ada penyesuaian harga segera dilaksanakan, karena biaya produksi sangat tinggi, makanya banyak pengembang bisa menjual tapi tidak bisa berproduksi (membangun lagi) dan mendesak pemerintah memperhatikankendala ini,agar program sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Jokowi bisa terealisasi," urainya seperti dilaporakan Kontributor Elshinta, Diurnawan, Rabu (27/7).

Menurut Junaidi, hingga tahun 2021 pihaknya telah membangun 103.000 unit rumah di berbagai daerah. 

Tags:    

Similar News