Bencana yang kompleks, BAPENA PPNI Lumajang ajak pentahelix bersinergi
Ancaman bencana yang kompleks di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur seperti gempa bumi, stunami, erupsi, banjir, kekeringan, tanah longsor, angin puting beliung maupun lainnya, pemerintah dalam hal ini (Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang) harus menyiapkan personil yang SDM dalam ketangguhan bencana.
Elshinta.com - Ancaman bencana yang kompleks di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur seperti gempa bumi, stunami, erupsi, banjir, kekeringan, tanah longsor, angin puting beliung maupun lainnya, pemerintah dalam hal ini (Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang) harus menyiapkan personil yang SDM dalam ketangguhan bencana.
Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lumajang dijelaskan Ketua DPD PPNI Kabupaten Lumajang Dr. H. Suhari, A. Per.Pen, MM. akan mengerahkan seluruh potensi tenaga perawat dalam pencegahan dan pertolongan.
"Tenaga medis dari unsur keperawatan selain bisa menjadi rescue dan melakukan penyelamatan korban yang terdampak juga bisa melakukan sosialisasi pra bencana yang terjadi, karena dari mereka bersentuhan langsung dengan warga dimana mereka ditugaskan atau tinggal", ucap alumni S3 Universitas Jember (UNEJ) di sela selesainya rapat penguatan pencegahan bencana. Rabu (3/8).
Pihaknya juga menyinggung dalam pertemuan yang digelar di kantor DPD PPNI Lumajang Selasa malam (02/08) dengan beberapa orang Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) ada keinginan kuat membentuk ketangguhan bencana benar-benar dipahami tiap kepada keluarga atau setiap persen.
"Kami (BAPENA PPNI Lumajang) ngopi bersama FPRB menggagas tukar idea ingin berkontribusi penguatan kebencanaan dari masing-masing kemampuan agar tidak sampai terjadi jatuhnya korban banyak, kita lihat mereka (tenaga kesehatan) saat erupsi Gunung Semeru berjibaku menangani korban dengan kondisi pandemi Covid-19", tutur Suhari seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono.
Nilai sinergitas dan gotong-royong merupakan nilai yang patut dijunjung tinggi di bumi nusantara. Hal tersebut tidak terlepas dari kenyataan bahwa Indonesia sebagai wilayah yang rawan bencana. Nilai sinergitas bermakna bahwa penanggulangan bencana di Indonesia dapat berlangsung efektif. Sedangkan gotong-royong, Suhari menyampaikan melalui pentahelix, nilai tersebut harus diupayakan berbagai pihak sesuai dengan fungsi dan kapasitasnya.
"Nilai gotong-royong adalah murni jati diri bangsa Indonesia", pungkasnya.