I Dewa Ayu Firsty, pembawa Bendera Pusaka dapat tabungan pendidikan

Kebahagiaan terpancar dari I Dewa Ayu Firsty Meita Dewanggi, pembawa bendera pusaka upacara 17 Agustus di Istana Merdeka, saat kembali ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Update: 2022-08-31 21:34 GMT
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Kebahagiaan terpancar dari I Dewa Ayu Firsty Meita Dewanggi, pembawa bendera pusaka upacara 17 Agustus di Istana Merdeka, saat kembali ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang disambut meriah oleh Bupati Kudus, HM. Hartopo, beserta jajarannya, dan tim Djarum Foundation di Kantor Bupati Kudus. Beragam apresiasi diberikan kepada Firsty, termasuk tabungan pendidikan dari Djarum Foundation.

Selepas beramah tamah bersama Bupati, Firsty dan kedua orangtua melanjutkan perjalanan ke SMA Negeri 2 Kudus, diiringi marching band SMK Wisuda Karya Kudus. Arak-arakan tersebut mengundang perhatian warga Kudus yang saat itu turut hadir menyaksikan kepulangan Firsty. Setibanya di SMA Negeri 2 Kudus, Firsty disambut hangat oleh kepala sekolah, jajaran guru, dan teman-teman sekolahnya. 

"Tidak hanya berprestasi secara akademik, Firsty juga aktif mengikuti beragam kegiatan di sekolah, salah satunya Paskibraka. Dia selalu bilang ke saya ingin sampai ke Istana dan berhadap langsung dengan Pak Jokowi akhirnya bisa tercapai,” ujar Kepala Sekolah, Nur Afifudin seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Rabu (31/8). 

Kepala Sekolah terlihat bangga bercampur haru saat menceritakan kembali perjalanan Firsty sampai ke Istana. Menurutnya, prestasi Firsty ini merupakan inspirasi yang luar biasa, tidak hanya untuk siswa di SMA Negeri 2 tapi juga semua siswa-siswi di Kabupaten Kudus. Sebuah inspirasi untuk berani bermimpi besar dengan memulai langkah yang kecil disertai keyakinan yang kuat. 

Saat berbagi pengalaman Firsty menyampaikan rasa tidak percaya diri ketika sampai di Jakarta tetapi sebagai anak tunggal ia bertekad membahagiakan orang tuanya yang ingin menyaksikannya di layar televisi. Hal ini yang menjadi pemicu semangatnya untuk gigih berlatih.

“Sempat merasa tidak percaya diri dan minder, tapi selalu ingat pesan orangtua dan guru-guru di sini, jadi semangat lagi", katanya.

Beragam latihan fisik hingga seleksi berlapis akhirnya bisa Firsty lolos menjadi anggota Tim Pancasila Tangguh dan bertugas membawa bendera pusaka.

Atas prestasi yang membanggakan tersebut, Djarum Foundation memberikan apresiasi kepada Firsty berupa tabungan pendidikan senilai Rp50 juta. "Firsty telah membuktikan bahwa dengan ketekukan dan tekad yang kuat, kita pasti bisa meraih mimpi yang besar sekalipun. Apresiasi yang kami berikan diharapkan juga dapat membangkitkan semangat siswa-siswi yang lain untuk turut aktif dalam kegiatan Paskibraka ataupun kegiatan lain sebagai bentuk cinta tanah air. Generasi yang kuat pastinya dimulai dari rasa cinta dan bangga dengan Indonesia,” ujar Elizabeth Lydia, Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation.

Apresiasi juga diberikan kepada 65 anggota pasukan pengibar bendera di tingkat provinsi dan kabupaten berupa tabungan pendidikan dengan total senilai Rp130 juta.

Tags:    

Similar News