Pemkab Aceh Utara pacu pembangunan Waduk Kertoe
Lhoksukon Penjabat Bupati Aceh Utara mengelar rapat keberlanjutan pembagunan Waduk Kertoe yang tenkendala pembebasan ganti rugi tanaman masyarakat di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong yang berlangsung di opprom kantor Bupati Landing.
Elshinta.com - Lhoksukon Penjabat Bupati Aceh Utara mengelar rapat keberlanjutan pembagunan Waduk Kertoe yang tenkendala pembebasan ganti rugi tanaman masyarakat di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang berada di Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong yang berlangsung di opprom kantor Bupati Landing.
Turut hadir, Dandim Letkol inf Hendra sari Nurhono,SIP., MIP, Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal,SIK,.MH, ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali,SE, Asisten I Dayan Albar,S.Sos.,MAP serta Para Kadis, Para Camat, Balai wilayah sumatera (BWS) I Fardhianti dan tim, dan BPN Kasi pengadaan tanah Yusran dan tim
Pj Bupati Aceh Utara Azwardi mengatakan, “Alhamdulillah hari ini kita dapat menjalankan tugas yakni mengikuti rapat penting tetang Percepatan pembangunan Waduk Kertoe, Gampong Blang Pante Paya Bakong, dimana lahan waduk belum tuntas terhadap ganti rugi tanaman masyarakat di atas lahan HGU, kami mengajak Muspida dan lintas sektoral untuk mencerahkan pikiran tenaga untuk memback up Penyelesaian Pembangunan waduk segera bisa difungsikan masyarakat aceh utara,” ucapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani, Kamis (1/9).
Lanjut Azwardi, para Muspida sepakat agar tahapan demi tahapan pembayaran tanaman masyarakat agar segera dituntaskan. "Semua yang mengemban amanah ini agar bekerja terpadu saling bekomunikasi, tidak bekerja sendiri sendiri sehingga apaupun persoalan dapat diminimalisir di lapangan," kata Azwardi.
Dalam rapat tersebut Kapolres Aceh Utara, AKBP Riza Faisal menyampaikan terkait keamanan di lokasi pengerjaan proyek ini menjadi kewajiban kami dalam memberikan rasa aman bagi pelaksana proyek strategis Nasional.
“Kami siap mengamankan lokasi sehingga tidak ada kendala bagi pekerja di lapangan,” tutup Azwardi.