Rizal Ramli: BLT hanya kepentingan pencitraan pemerintah

Elshinta.com, Begawan ekonomi Rizal Ramli menilai bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah setelah naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hanya kepentingan pencitraan dan bukan demi mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Update: 2022-09-15 13:45 GMT
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Begawan ekonomi Rizal Ramli menilai bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah setelah naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hanya kepentingan pencitraan dan bukan demi mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Sebab, kata Rizal, angka BLT BBM hanya sebesar Rp 600 ribu untuk empat bulan. Jumlah yang dianggapnya tidak cukup meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hal itu dikatakan Rizal saat ditanya soal BLT BBM hanya alat untuk meningkatkan citra positif pemerintah.

"Iya, lah, karena apa? Sebab, cuma dapatnya Rp 600 ribu dalam empat bulan, satu bulan, kan, dapat Rp 150 ribu," kata eks Menko Ekuin itu ditemui usai menghadiri diskusi yang diselenggarakan FEB UI, Depok, Rabu (14/9).

Menurut Rizal, BLT BBM tentu tidak bisa digunakan secara maksimal oleh rakyat. Uang itu bahkan tidak cukup membiayai dana transportasi masyarakat.

"Bagaimana dengan Rp 5 ribu per hari bisa mengentaskan kemiskinan? Buat uang transpor saja tidak cukup, kan," ujar bekas Anggota Tim Panel Ekonomi PBB bersama peraih Nobel itu.

Rizal mengatakan BLT BBM yang dibagikan pemerintah sebenarnya hanya 15 persen dana yang diambil pemerintah melalui naiknya harga BBM bersubsidi.

Dia mengatakan BLT BBM hanya menguntungkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan pejabat karena terkesan peduli kepada rakyat usai rezim menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Jadi, ini sebetulnya alat untuk Pak Jokowi dan pejabat-pejabat untuk menaikkan popularitasnya, alat kampanye. Itu saja," kata Rizal.

Tags:    

Similar News