Tujuh orang diperiksa terkait ledakan di dekat Asrama Arumbara, Sukoharjo
Elshinta.com, Polisi telah memeriksa tujuh orang saksi terkait peristiwa ledakan keras yang terjadi di dekat Asrama Polisi Arumbara, Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada Minggu (25/9) petang pukul 18.20 kemarin.
Elshinta.com - Polisi telah memeriksa tujuh orang saksi terkait peristiwa ledakan keras yang terjadi di dekat Asrama Polisi Arumbara, Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada Minggu (25/9) petang pukul 18.20 kemarin. Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi di Semarang, Senin (26/9) menegaskan ledakan itu berasal dari paket yang berisi bubuk hitam bahan untuk membuat petasan dan tidak terkait dengan aksi terorisme. Jadi ledakan itu bukan bom.
"Para saksi yang diperiksa adalah pengirim paket, penerima paket, dan anggota Satuan Intel dan Keamanan Polresta Surakarta," kata Ahmad Luthfi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.
Pengirim bubuk bahan petasan itiu adalah sebuah CV di Indramayu. Paket itu dikirim kepada A, seorang warga Klaten. Warga Klaten itu mengaku pernah memesan paket sebanyak dua kali pada tahun 2021 lalu. Sementara dari anggota Satintelkam Polresta Surakarta membenarkan telah melakukan operasi pengamanan barang bukti.
Kapolda Jateng menjelaskan kemungkinan paket barang bukti itu sedang dalam masa pemindahan dari Markas Polresta Surakarta yang lama ke yang baru. Diduga saat dibuka oleh Bripka Dirgantara meledak sehingga polisi itu terluka bakar 37 persen menerpa badan hingga wajahnya. Tulang kaki Dirgantara yang terluka juga sudah mendapatkan perawatan medis di RS Moewardi Surakarta.
"Kenapa bahan petasan itu bisa dibawa oleh Bripka Dirgantara, polisi masih menunggu kesembuhan Dirgantara agar bisa diminta keterangannya," ujarnya.
Paket yang diamankan anggota kemudian diurai tim Penjinak Bom. Isinya berupa sumbu petasan, dan enam kantong plastik bubuk hitam bahan petasan. Dua kantong disisihkan untuk barang bukti, yang empat kantong lainnya dimusnahkan tadi malam.
Ahmad Luthfi meminta masyarakat tidak perlu resah. Situasi di lokasi ledakan sudah normal kembali. Proses identifikasi inafis maupun labfor sudah selesai dan masyarakat sekitar ledakan sudah melaksanakan aktivitas normal seperti biasa.