Perajin tahu dan tempe kelimpungan, Puskopti minta subsidi kedelai dinaikkan

Elshinta.com, Pusat Koperasi Tahu dan Tempe I Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah meminta kepada Gabungan Koperasi Tahu dan Tempe Indonesia (Gakoptindo) agar mendesak kepada  pemerintah memberikan subsidi kedelai sebesar Rp 2.000  per kilogram seiring kenaikan harga kedelai yang saat ini sudah menembus Rp 13.000 per kilogram dan naiknya harga Bahan Bakar Minyak  (BBM). 

Update: 2022-10-09 11:25 GMT
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Pusat Koperasi Tahu dan Tempe I Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah meminta kepada Gabungan Koperasi Tahu dan Tempe Indonesia (Gakoptindo) agar mendesak kepada  pemerintah memberikan subsidi kedelai sebesar Rp 2.000  per kilogram seiring kenaikan harga kedelai yang saat ini sudah menembus Rp 13.000 per kilogram dan naiknya harga Bahan Bakar Minyak  (BBM). 

Ketua Puskopti Jawa Tengah Sutrisno Supriyantoro menjelaskan,   subsidi kedelai dari pemerintah sebelumnya  diberikan  Rp 1.000 per kilogram pada saat harga kedelai masih Rp 11.000  per kilogram.

"Mengingat saat ini harga kedelai kembali naik maka subsidi seharusnya juga dinaikkan karena para perajin  tahu dan tempe saat ini sudah kelimpungan atas naiknya harga kedelai di angka Rp 13.000  per kilogram," jelasnya, Minggu (9/10).

Menurut Sutrisno,  hidup matinya perajin tahu tempe tergantung harga kedelai karena menjadi bahan baku utama. 

"Apalagi saat ini harga Bahan bakar minyak (BBM) naik otomatis biaya produksi  bertambah padahal  harga jual tahu dan tempe masih bertahan," imbuhnya.

Sehingga Sutrisno kembali berharap ada subsidi tambahan pada kedelai yakni sebesar Rp 2.000  per kilogram agar kelangsungan hidup para perajin tahu tempe dapat terbantu.

"Harapan kami pemerintah mengakomodir aspirasi ini karena harga kedelai terus naik. Kami juga baru saja berkumpul para perajin tahu dan tempe di Jawa Tengah meminta agar ada kenaikan subsidi kedelai dari pemerintah," harap Sutrisno seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Minggu (9/10).

Tags:    

Similar News