Legislator: Pj Gubernur DKI Jakarta miliki tantangan berat
Elshinta.com, Anggota DPR RI Dapil Jakarta, Kamrussamad, menyambut baik keputusan Presiden Joko Widodo yang akan menjadikan Kasetpres Heru Budi Hartono sebagai Pj Gubernur DKI menggantikan Anies Baswedan yang akan habis masa jabatannya. Meski demikian Kamrussamad menyatakan tantangan yang dihadapi PJ Gubernur Jakarta nantinya tidak mudah.
Elshinta.com - Anggota DPR RI Dapil Jakarta, Kamrussamad, menyambut baik keputusan Presiden Joko Widodo yang akan menjadikan Kasetpres Heru Budi Hartono sebagai Pj Gubernur DKI menggantikan Anies Baswedan yang akan habis masa jabatannya. Meski demikian Kamrussamad menyatakan tantangan yang dihadapi PJ Gubernur Jakarta nantinya tidak mudah.
"Saya yakin Pak Heru Budi mampu menjalankan tanggung jawab yang tidak mudah ini. Meneruskan yang sudah baik, menutupi yang kurang dari apa yang telah dilakukan Pak Anies sebagai gubernur," kata Kamrussamad dalam keterangan yang diterima redaksi elshinta.com, Rabu (12/10).
Menurut Kamrussamad, tantangan yang dihadapi Heru Budi di DKI tentu tidak sederhana. Permasalahan seperti kualitas udara, akses air bersih, swastanisasi air, sanitasi, ketersediaan hunian layak, dan lapangan kerja yang berkelanjutan. "Ini penting diperhatikan dan diselesaikan. Sebab ini yang saya serap dari aspirasi masyarakat di dapil Jakarta," katanya.
Begitupula dengan isu kemiskinan. Sebagai kota internasional, lanjut Kamrussamad, seharusnya kemiskinam bisa ditekan. Data BPS mencatat, angka kemiskinan Jakarta pada periode Maret 2022 sebesar 4,69 persen. Angka ini meningkat tipis 0,02 persen poin dibandingkan per September 2021.
"Tingkat Pengangguran Terbuka di Jakarta juga tidak bergerak turun. BPS mencatat, Kota Jakarta menempati posisi keempat di Indonesia dengan TPT sebesar 8,00%. Posisi ini sama seperti tahun lalu," ungkapnya.
Karena itu, tegas Kamrussamad, PJ Gubernur Jakarta harus gerak cepat. Ia yakin, dengan pengalaman yang dimiliki akan menjadi bekal yang sangat baik.
"Pengalaman Pak Heru sebagai Kepala Sekretariat Kepresidenan, tentu juga menjadi sangat penting dalam mengelola Jakarta terutama dalam hubungan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Presiden. Dan harapannya ini bisa mempercepat apa yang masih belum selesai dan tertunda.
"Keputusan Presiden Joko Widodo dalam memilih Pak Heru tentu telah mempertimbangkan seluruh faktor yang lengkap demi kebaikan bagi masyarakat Jakarta," tandasnya.