Putrinya dilantik jadi dokter UGM, Panglima TNI: \"Saya sangat bangga\"

Elshinta.com, Putri Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Andika Perkasa dilantik jadi dokter UGM. Putri Jenderal TNI Andika Perkasa, dr. Angela Adinda Nurrina Perkasa Hendropriyono yang dilantik dokter bersama 123 dokter baru dari FKK-MK UGM di Grha Sabha Pramana UGM, Rabu (12/10/2022). 

Update: 2022-10-13 14:05 GMT
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - Putri Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Andika Perkasa dilantik jadi dokter UGM. Putri Jenderal TNI Andika Perkasa, dr. Angela Adinda Nurrina Perkasa Hendropriyono yang dilantik dokter bersama 123 dokter baru dari FKK-MK UGM di Grha Sabha Pramana UGM, Rabu (12/10/2022). 

Jenderal Andika Perkasa yang menghadiri acara wisuda putri keduanya tersebut terlihat begitu bahagia atas keberhasilan putrinya menempuh pendidikan dokter di UGM. Bangga dan bahagia  itulah yang dialami oleh Panglima melihat putrinya yang kini jadi seorang dokter. 

"Saya sangat bangga sekali. Ini begitu lama dan sulit. Apalagi di keluarga kami tidak ada yang dokter," ungkap Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Kamis (13/10). 

Menurutnya, adalah kebanggaan tersendiri, karena putri keduanya itu sudah lulus sebagai dokter. Sebagai orang tua, Panglima memgaku menjadi dokter adalah pilihan anaknya sendiri tidak pernah mengarahkan. Tidak ada paksaan kepada anak-anak nya dalam menempuh pendidikan. Semuanya adalah pilihan mereka masing-masing. 

"Itu pilihannya sendiri," ujarnya. 

Jenderal Andika Perkasa mengatakan bahwa menjadi kebanggaan sendiri karena  bisa lulus dokter dari kampus UGM. Apalagi UGM merupakan kampus yang telah banyak melahirkan pemimpin-pemimpin. Banyak alumni UGM yang menjadi pemimpin pemerintahan di pusat maupun daerah. Sebut saja eperti Presiden Joko Widodo, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan para alumnus UGM. 

"Itu buktinya," katanya. 

Dalam kesempatan tersebut, Panglima menyinggung soal program TNI dalam perekrutan para dokter baru. Saat ini, TNI  Setiap tahun tengah memperbanyak jumlah dokter spesialis di rumah sakit yang dikelola oleh TNI. Adanya penambahan dokter spesialis tersebut diharapkan bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat. 

"Kami perbanya penyediaan dokter spesialis," jelasnya.

Tahun ini TNI menambah 30 orang dokter di luar format yang normal untuk memenuhi rumah sakit sekitar 120-an. Hal ini agar ada dokter spesialis bisa turun ke tingkat yang lebih ke bawah lagi. 

Sementara itu, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG (K), Ph.D terkait ketimpangan jumlah dokter di Indonesia,  mengatakan saat ini terjadi ketimpangan pendistribusian tenaga dokter di Indonesia  yang belum terselesaikan dengan baik. TNI juga ikut berperan untuk membantu penempatan dokter yang berada di daerah terpencil dan perbatasan. Peran  TNI diakuinya lenting sekali terutama untuk mencapai daerah yang sulit dijangkau untuk orang sipil. 

"Kerja sama dengan TNI sangat bagus sekali untuk memenuhi jumlah dokter yang timpang ini,” pungkasnya. 

Tags:    

Similar News