Pemkab Belitung minta apotek sementara tidak jual obat sirop
Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meminta apotek untuk sementara waktu tidak menjual obat sirop guna mencegah penyakit gagal ginjal akut pada anak di daerah itu.
Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meminta apotek untuk sementara waktu tidak menjual obat sirop guna mencegah penyakit gagal ginjal akut pada anak di daerah itu.
"Kami sudah menginstruksikan apotek untuk sementara waktu tidak memperjualbelikan obat sirop," kata Bupati Belitung Sahani Saleh di Tanjung Pandan, Rabu.
Menurut dia, apotek di Belitung diminta untuk berhenti sementara penjualan obat sirop terutama yang masuk dalam daftar 102 obat sirop terlarang.
Ia mengatakan, pemerintah daerah melalui dinas kesehatan juga telah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna mengawasi penjualan obat sirop di apotek setempat.
"Setelah mendapatkan informasi tentang penyakit tersebut kami langsung melakukan koordinasi," ujarnya.
Bupati menyebutkan, dirinya secara pribadi langsung melakukan peninjauan langsung di apotek daerah itu guna memantau penjualan obat sirop tersebut.
"Saya pribadi juga sudah melihat secara langsung di apotek yang menjual obat sirop dan masuk dalam daftar obat tersebut, hasilnya pihak apotek menyatakan sudah tidak memperjualbelikan lagi meskipun stok obat tersebut masih tersedia," ujarnya.
Dirinya memastikan, sampai saat ini belum ditemukan adanya kasus ginjal akut misterius pada anak di daerah itu.
"Informasi sampai saat ini belum ditemukan adanya kasus ginjal akut pada anak di Belitung," katanya.
Ia berharap, masyarakat terutama para orang tua aktif membaca informasi tentang penyakit ginjal akut pada anak melalui pemberitaan, baik media elektronik, cetak maupun daring.
"Masyarakat di rumah sudah ada televisi tapi yang ditonton bukan informasi tentang penyakit ini terutama ibu-ibu asyik nonton sinetron, padahal mereka juga harus memahami informasi tentang penyakit ginjal akut pada anak ini," ujarnya.