RSUD Al Ihsan Bandung siap jadi rujukan penderita gangguan gagal ginjal akut
Elshinta.com, RSUD Al Ihsan, Bandung, Jawa Barat siap menjadi rumah sakit rujukan bagi warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat untuk pelayanan penyakit gangguan gagal ginjal akut anak.
Elshinta.com - RSUD Al Ihsan, Bandung, Jawa Barat siap menjadi rumah sakit rujukan bagi warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat untuk pelayanan penyakit gangguan gagal ginjal akut anak.
Ferry mengatakan, sampai saat ini RSUD Al Ihsan memang belum menangani penyakit gagal ginjal akut, namun pihaknya siap melayani pasien yang mempunyai kendala gagal ginjal akut dengan SDM yang dimiliki.
Sementara menanggapi adanya larangan pemberian obat sirup kepada anak-anak RSUD Al Ihsan Bandung Jawa Barat mengganti pemberian obat kepada pasiennya dengan puyer.
Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Al Ihsan dr.Ferry mengatakan, pihaknya langsung mengubah cara pemberian obat kepada pasien anak untuk mencegah kasus gagal ginjal akut. Jika sebelumnya obat untuk pasien anak balita itu sirup, kini beralih dalam bentuk puyer
"Kalau untuk pasien anak yang sedang menjalani perawatan itu tidak ada kendala. Karena semua obatnya dimasukan ke dalam tubuh pasien melaui infus atau pemberian obat puyer," kata Ferry seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Titik Mulyana, Kamis (27/10).
Namun, kata Ferry, jika pasien anak telah keluar dari ruang perawatan dan menjalani rawat jalan. Tentunya, pemberian obat menjadi tanggungjawab orang tua pasien. "Pemberian obat puyer ini tentu sedikit merepotkan bagi orang tua pasien anak balita. Sehingga, diperlukan siasat atau cara agar anak tetap mau makan obat puyer yang memang rata-rata rasanya pahit," ujarnya.
Untuk menyiasatinya, lanjut Ferry adalah dengan mencampurkan puyer dengan bimbingan orang tua setelah obat puyer itu diberikan kepada pasien dan meski pemberian obat puyer sedikit memakan waktu.
"Selain itu harus sabar karena memang anak balita biasanya sulit minum obat, apalagi ini bentuknya puyer," ucapnya.
Ferry menambahkan, mengubah cara pemberian obat sirup menjadi puyer di rumah sakit memang menjadi pekerjaan tambahan bagi para pekerja bidang farmasi di rumah sakit. Karena, harus mencampur beberapa obat, menghaluskan dan memisahkan. Kemudian membungkus dengan kertas-kertas kecil. Pekerjaan ini tentunya memerlukan ketelitian dan kehati-hatian serta kesabaran.
"Setiap hari itu kan ada ratusan anak yang memerlukan obat dari bagian farmasi. Kalau jumlah tenaga kerja bagian farmasi kami tidak ada masalah karena sudah cukup. Tapi yang sedang kami lakukan sekarang adalah perluasan ruangannya, karena akan mengubah obat jadi puyer ini memerlukan ruang lebih besar dari yang sekarang ini," katanya.