Massa AGAMIS gelar aksi sujud syukur KPK bakal buka lagi kasus 'Kardus Durian'
Elshinta.com, Massa dari AGAMIS kembali turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa menolak lupa kasus kardus durian di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jaksel, Rabu (9/11).
Elshinta.com - Massa dari AGAMIS kembali turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa menolak lupa kasus kardus durian di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jaksel, Rabu (9/11).
Dalam aksinya, aktivis AGAMIS melakukan teatrikal aksi sujud syukur sebagai rasa syukur atas komitmen KPK yang akan buka lagi kasus korupsi kardus duren yang diduga menyeret nama Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Ditambah lagi dapat dukungan dari PBNU.
"Kasus kardus durian ini jadi perhatian publik, kami sangat bersyukur sekali bahwa KPK akan buka kembali kasus duriangate tersebut. Apalagi PBNU juga beri dukungan agar kasus ini terang benderang," tegas Koordinator aksi Lukman.
Selain melakukan sujud syukur, Lukman juga melakukan aksi makan durian.
"Aksi santap durian hari ini sebagai peringatan agar rakyat tidak melupakan kasus kardus durian. Durian yang kita makan sebagai simbol kasus duriangate yang pernah dilakukan operasi senyap oleh KPK,” jelasnya.
"Ada bau durian yang menyengat sekali, KPK sudah bagus mau buka lagi kasus tersebut. Tetap konsisten dan komitmen untuk pemberantasan korupsi di Indonesia," tambahnya.
Selain Gedung KPK, para demonstran juga melakukan aksi pawai melintas area Cikini Menteng, depan Kantor PKB dengan menyerukan kepada KPK untuk memeriksa kembali Cak Imin dalam berbagai kasus besar lainnya.
Sementara seperti diketahui, pada 2018, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin menegaskan bahwa dirinya merasa aneh karena kasus tersebut telah selesai pada 2012 lalu. Terlebih para saksi juga tidak ada yang menyebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi itu.
“Itu kasus sudah selesai, orang yang mentasnamakan saya sudah dibantah di pengadilan,” ujar Cak Imin di kediaman politikus senior Golkar Akbar Tandjung, kawasan Kebayoran, Jakarta.
Oleh sebab itu apabila kasus 2012 lalu kembali diungkit saat ini, Cak Imin menduga itu hanya untuk menyerangnya lewat kampanye hitam. Hal itu karena dirinya ingin maju di Pilpres 2019.
“Kalau hari ini muncul tidak lebih dari black campaign saja,” tegas Cak Imin.