Datangi Kropakan, BRIN teliti temuan artefak peninggalan Mataram Kuno
Elshinta.com, Peneliti dari Pusat Arkeologi Prasejarah dan Sejarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Senin (30/1/2023) mendatangi Dusun Kropakan, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah.
Elshinta.com - Peneliti dari Pusat Arkeologi Prasejarah dan Sejarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Senin (30/1/2023) mendatangi Dusun Kropakan, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah.
Para peneliti itu didampingi Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), Komunitas Pegiat Cagar Budaya (KPCB) Klaten serta warga setempat.
Salah satu peneliti, Sugeng Riyanto menjelaskan, kedatangan timnya guna menindaklanjuti informasi dari warga komunitas adanya temuan benda-benda diduga cagar budaya yang diperkirakan peninggalan era Mataram Kuno. Sebagian besar ditemukan saat kegiatan pengambilan tanah untuk pembuatan batu bata.
"Temuan artefak di Kropakan ini sangat beragam berupa struktur serta fragmen. Salah satu struktur yang ditemukan yakni bangunan sumur. Kami memperkirakan di Kropakan ini merupakan klaster hunian. Hal itu didukung adanya temuan di sekitar lokasi berupa peralatan untuk keseharian seperti kendi dan lainnya," bebernya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Wiwik Endarwati, Selasa (31/1).
"Kami memperkirakan di Kropakan pernah ada permukiman yang terdiri klaster hunian, pertanian dan tempat ibadah. Walaupun temuannya banyak dalam bentuk fragmentasi, tidak dalam bentuk insite," ungkapnya.
Sugeng menjelaskan situs di Kropakan ini sangat penting karena diperkirakan menjadi bagian dari peradaban Mataram Kuno. Hal itu berdasarkan hasil identifikasi keramik yang ditemukan di lokasi. Warga juga menemukan guci-guci baik dalam kondisi utuh maupun fragmen yang terbuat dari keramik.
"Keramiknya itu identik dengan keramik dari Dinasti Tang pada abad ke-9 hingga ke -10," bebernya.
Sementara itu saat mendatangi lokasi, para peneliti menemukan artefak berupa kowi atau tempat melebur logam. Selain itu juga menemukan obyek semacam tempat untuk pembakaran benda-benda seperti untuk pembakaran gerabah atau benda lainnya.
Menurut Sugeng, data yang berhasil dikumpulkan akan diolah untuk menyusun potensi atau kelanjutan dari riset. "Kami akan meneliti lebih dalam lagi mata rantai peradaban kita dimana salah satu materinya yang ada si Kropakan ini," katanya.
Semi (48) mengaku setelah menemukan berbagai obyek disimpan. Ia dalam kesehariannya membuat batu bata itu bersama warganya berharap bisa melestarikan peninggalan-peninggalan yang ditemukan di dusunnya tersebut sebagai media edukasi.
"Kami tidak ingin peninggalan bersejarah di dusun kami rusak bahkan hilang, untuk itu kami ingin melestarikannya karena kami jadi mengetahui jika dusun kami ada sejarahnya," pungkasnya.