Viral, aksi klitih dekat Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta sabetkan clurit ke korban
Elshinta.com, Aksi klitih atau kejahatan jalanan di Yogyakarta kembali terjadi. Video yang tersebar jelas menunjukan brutalnya pelaku klitih di pusat pariwisata Yogyakarta tersebut viral di media sosial.
Elshinta.com - Aksi klitih atau kejahatan jalanan di Yogyakarta kembali terjadi. Video yang tersebar jelas menunjukan brutalnya pelaku klitih di pusat pariwisata Yogyakarta tersebut viral di media sosial.
Aksi klitih kali ini terjadi Titik Nol Kilometer Yogyakarta hanya beberapa meter di depan Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta, dekat Polresta Yogyakarta dan juga dekat dari Kraton Yogyakarta. Pelaku klitih terlihat mengayunkan senjata ke korban dan motor korban juga jadi sasaran. Korban terlihat meninggalkan motor dan langsung lari menyelamatkan diri.
Kepolisian menyatakan telah melakukan pengecekan video dan juga mengecek CCTV yang ada Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Korban diharapkan untuk melapor atau memberikan informasi kepada kepolisian untuk membantu mengungkapkan peristiwa yang mencoreng nama Yogyakarta.
"Setelah kami cek melalui CCTV di Titik Nol Kilometer, peristiwa diperkirakan terjadi pada tanggal 7 Februari sekitar jam 4 dinihari, " ujar Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto.
Ketua komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menyatakan aksi kekerasan jalanan yang dilakukan sekelompok orang di kawasan Titik Nol Yogyakarta harus diproses hukum. Kepolisian sebagai aparat hukum harus segera menangkap para pelaku dan proses pelanggaran pidana yang dilakukan.
"Harus ada efek jera dan proses hukum kepada siapa saja yang melakukan aksi kekerasan di jalanan. Lokasi kejadian berjarak dekat dengan; istana negara, kraton dan kantor gubernur. Selain itu titik nol, simbol wisata jogja," kata Eko Suwanto, Kamis, (9/2).
Aksi klitih di kawasan Titik Nol Yogyakarta menjadi perhatian serius warga. Apalagi aksi terjadi di satu titik pusat perhatian dan ikon populer pariwisata DI Yogyakarta. Aksi kekerasan jalanan itu menjadi viral di media sosial dan mendapatkan banyak respon agar pelaku segera ditangkap.
"Dukungan penuh kita berikan kepada aparat hukum untuk penegakan hukum. DIY sudah memiliki peraturan daerah yang menjamin pelaksanaan ketertiban umum. Kita perlu didik remaja dan merangkul mereka untuk memilih penyelesaian masalah dengan cara yang bermartabat, ini tugas dan pekerjaan rumah stake holder, orang tua dan lembaga pendidikan formal di sekolah untuk bisa jalankan langkah pencegahan aksi kekerasan di jalanan," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo.