Karakter pejabat publik harus diperkuat kredibilitas dan profesionalismenya

Elshinta.com, Fenomena istri dan anak-anak pejabat yang gemar pamer kekayaan alias flexing terus menjadi sorotan masyarakat. Sudah banyak kasus akibat wanita pamer harta, pria kehilangan tahta. 

By :  Widodo
Update: 2023-03-24 13:51 GMT
Sudirman Said, Pendiri Institut Harkat Negeri (IHN). (foto: ist)
Indomie

Elshinta.com - Fenomena istri dan anak-anak pejabat yang gemar pamer kekayaan alias flexing terus menjadi sorotan masyarakat. Sudah banyak kasus akibat wanita pamer harta, pria kehilangan tahta. 

Sudirman Said, Pendiri Institut Harkat Negeri (IHN) menilai, antara sistem dengan tata nilai terjadi ketidak sesuaian dan hilangnya keteladanan. 

“Perilaku itu wajah terluas dari nilai dan budaya, karakter itu dipimpin atau dipelopori oleh pemimpin tertinggi yang memerlukan keteladanan, nah keteladanan ini yg sudah hilang. Saat ini jarang sekali pejabat atau pemimpin mengingatkan anggota  bawahannya soal nilai keteladanan dan norma kepatutan,” demikian dikatakan pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) dalam acara Elshinta News and Talk pagi tadi Jumat, 24 Maret 2023. 

Ia menambahkan, saat ini sering ditemui pemimpin tidak mengingatkan pada bawahannya untuk tidak bergaya hedonis tapi hanya melarang memamerkan harta. Ini adalah sebuah pernyataan yang salah. 

“Faktanya, masyarakat sangat kritis dan terbuka, seharusnya peluang kasus seperti ini tidak terulang, karena akan menjadi sasaran kritis masyarakat, terlebih sekarang teknologi dan medsos sangat canggih dan mudah diakses,” demikian pria yang akrab disapa SS. 

“Karakter pejabat publik memang harus diperkuat kredibilitas dan profesionalismenya. Sistem kontrol, seperti DPR, KPK, penegak hukum, para tokoh, universitas dan lain-lain juga harus diperkuat. Pemimpin harus berpihak pada kepatutan demi menjaga dan memperkuat sistem agar berjalan sebaik mungkin”, demikian Sudirman Said. (Hr)

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News