Kagama Boyolali dan Bano for Deaf gelar kegiatan mengaji dan bukber untuk teman tuna rungu
QElshinta.com, Mengisi bulan suci Ramadan, puluhan tuna rungu di Boyolali mengikuti belajar membaca Al Quran dengan bahasa isyarat jari di SLB B-C YPCM Kelurahan Pulisen, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Elshinta.com - Mengisi bulan suci Ramadan, puluhan tuna rungu di Boyolali mengikuti belajar membaca Al Quran dengan bahasa isyarat jari di SLB B-C YPCM Kelurahan Pulisen, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Kegiatan mengaji dan buka bersama tersebut dilakukan oleh relawan Bano For Deaf yang dibantu dari Kagama (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) Boyolali.
Faqih Annisa, salah satu founder Bano for Deaf sekaligus juru bahasa isyarat mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi teman-teman tuna rungu di sekitar Boyolali belajar membaca dan menulis Al Quran dengan metode jari Bano.
“Dengan metode ini, peserta diajak belajar huruf hijaiyah dari huruf yang termudah, huruf-huruf bibir (syafawiyyah), dengan bahasa isyarat huruf hijaiyah dengan asyik dan menyenangkan,” kata Faqih Anisa seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Senin (10/4).
Selain mengaji, kata dia, para peserta juga diajarkan membaca Surah Al Fatihah, belajar salat, dan ditutup dengan acara buka bersama.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi teman-teman tuna rungu. Selain itu, kami ingin memperkenalkan Bano for Deaf sebagai platform belajar membaca dan menulis Al quran yang kami dedikasikan untuk teman-teman tuna rungu dengan Metode Jari Bano," ujar Faqih Annisa yang sudah lima tahun bersama teman tuna rungu belajar mengaji itu.
Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan Bano for Deaf sebagai platform belajar membaca dan menulis Al-quran yang dapat membantu teman-teman tuna rungu dalam mengakses dan berinteraksi Al Quran sesama teman tuna rungu.
"Kami mengajak warga Boyolali dan Pemerintah Daerah untuk lebih peduli kepada teman-teman difabel tuna rungu agar mereka mendapat akses untuk belajar membaca dan menulis Al quran untuk teman tuna rungu dengan baik. Untuk itu dalam Ramadan tahun ini kami menggandeng Bano for Deaf menggelar acara ini dan insya Allah kami akan support kegiatan komunitas ini ke depannya," ujar Luqman dari Kagama Boyolali.
Kegiatan mengaji dan buka bersama Komtuboy (Komunitas Tuli Boyolali) diikuti oleh 80 teman tuna rungu. Diharapkan teman tuna rungu dapat memperoleh pengalaman yang bermanfaat dan dapat menjadi motivasi bagi teman-teman tuna rungu untuk terus bersemangat belajar membaca dan menulis Al qur’an.
“Ya, semoga kegiatan ini dapat menambah pengalaman yang bermanfaat bagi teman tuli di Boyolali. Mereka tambah belajar membaca dan menulis Al Quran.