Lestarikan budaya, SKWL dan Polsek Nogosari gelar wayang kulit dalang cilik
Elshinta.com, Sejumlah seniman di Kabuaten Boyolali, JawaTengah melakukan berbagai cara dalam menunggu buka puasa di bulan suci Ramadan.
Elshinta.com - Sejumlah seniman di Kabuaten Boyolali, JawaTengah melakukan berbagai cara dalam menunggu buka puasa di bulan suci Ramadan. Selain memberikan hiburan terhadap warga dan pengguna jalan, perkumpulan seni Sanggar SKWL (Sedulur Keluarga Wartoyo Langgeng) Nusantara dari Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari juga membagikan takjil terhadap pengguna jalan di depan kantor Polsek Nogosari. Pembagian takjil diwarnai dengan penampilan wayang kulit dengan dalang cilik. Di mainkan dengan diiringi gamelan dengan Gending Gending Jawa.
Ketua Sanggar SKWL Nusantara, Ki Gondo Wartoyo mengatakan, kegiatan ini merupakan aksi spontan yang dilakukan anak-anak dari Sanggar SKWL Nusantara bekerjasama dengan Polsek Nogosari menggelar seni wayang kulit dan bagi-bagi takjil.
“Aksi ini menerjunkan dalang cilik dan juga parogo cilik. Tujuan untuk menghibur warga di sini, pengguna jalan sekaligus bagi-bagi takjil bersama Bapak Polisi dan TNI,” kata Ki Gondo Wartoyo seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Sarwoto, Kamis (13/4).
Menurut Wartoyo, seni wayang kulit tersebut merupakan syiar agama Islam yang sempat dilakukan oleh para wali dahulu. Dimana, dalam syiarnya para wali mengumpulkan warga dalam penyebaran agama Islam sekaligus memberikan hiburan yang positif.
“Kita kumpulkan warga melalui gelaran wayang kulit dan bagi-bagi takjil. Dulu para wali dengan begitu hebatnya mengumpulkan orang kemudian diberikan wejangan atau ceramaan melalui pagelaran wayang kulit,” kata Wartoyo.
Sementara itu, Kapolsek Nogosari AKP Riyanto menggapresiasi kegiatan ini yang diprakarsai kelompok seni Sanggar SKWL Nusantara pimpinan Ki Dalang Wartoyo yang telah memberikan hiburan terhadap warga dan pengguna jalan sekaligus bagi-bagi takjil.
“Gelaran wayang kulit ini mengambil lakon Anoman Buto oleh Ki Dalang Cilik. Gelaran ini untuk mengisi bulan suci Ramadan sekaligus ngabuburit,” katanya.
Dikatakan Riyanto, kegiatan positif ini bertujuan agar warga masyarakat di Nogosari di bulan Ramadan ini tidak mengarah pada hal negatif. Seperti halnya, menyalakan petasan, minuman keras (miras), balap liar dan perjudian.
“Bulan Ramadan ini kita buat yang positif, tidak melakukan hal yang sifatnya negatif. Selain gelaran wayang kita bersama anggota Polisi dan TNI membagikan 300 takjil terhadap pengguna jalan,” kata Riyanto.