Program Gembira masuk tahap akhir, Masjid Mahabaturrasul tuntas bagikan 2.000 paket sembako

Elshinta.com, Unit Pengelola Zakat (UPZ) Masjid Mahabaturrasul, Bogor, Jawa Barat menggelar tahapan terakhir dari program Gerakan Memberi Beras (GEMBIRA) Ramadan yang merupakan kegiatan sosial berbasis dakwah dengan menyasar para dhuafa dari berbagai kalangan.

Update: 2023-04-21 19:55 GMT
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Unit Pengelola Zakat (UPZ) Masjid Mahabaturrasul, Bogor, Jawa Barat menggelar tahapan terakhir dari program Gerakan Memberi Beras (Gembira) Ramadan yang merupakan kegiatan sosial berbasis dakwah dengan menyasar para dhuafa dari berbagai kalangan. Pada pekan keempat penyelengaraan tersebut, pengurus masjid membagikan 460 paket sembako kepada pedagang kaki lima, para guru ngaji, serta masyarakat dhuafa di sekitar Kelurahan Ciparigi, Kedunghalang Kota Bogor dan Kelurahan Pasir Jambu Kabupaten Bogor. Sebelumnya, masjid telah membagikan lebih dari 1000 paket pada minggu pertama hingga ketiga Ramadhan.

“Target kami adalah membagikan 2.000 paket dan alhamdulillah, bekerjasama dengan para donatur, target tersebut bisa tercapai pada minggu terakhir Ramadan ini. Jadi warga bisa merayakan lebaran dengan tenang dan berkecukupan,” tutur ketua UPZ Muhammad Nur Cholis di sela-sela acara.

Berbeda dengan kegiatan pembagian sembako lainnya, tambah Nur Cholis, program Gembira yang diluncurkan oleh ulama kota Bogor KH Didin Hafidhuddin MSc yang sekaligus merupakan penasehat UPZ Masjid Mahabaturrasul pada bulan Januari 2023 yang lalu tersebut memiliki visi dakwah jangka panjang kepada penerima manfaat. Mereka diwajibkan untuk mengikuti Pengajian Khusnul Khatimah yang diadakan pihak masjid dengan tema-tema ringan seputar keislaman sehari-hari. Selain itu, mereka pun dididik untuk menjadi individu disiplin dan taat pada aturan. Diantara pembelajarannya adalah, datang tepat waktu, tertib ketika mengantri untuk pengambilan bingkisan.

“Kami tidak ingin mereka hanya diberi sesuatu tanpa diedukasi karakternya sebagai seorang muslim. Diantara mereka adalah orang-orang yang kurang mendapatkan sentuhan materi keagamaan karena sehari harinya mereka fokus mencari penghidupan. Inilah salah satu alasan mengapa kami mengadakan kegiatan ini, memudahkan mereka mendapatkan kebutuhan dasar pokok sekaligus bisa belajar agama,” katanya.

Nur Cholis menjelaskan bahwa penerima manfaat adalah mereka yang berada di lingkungan masjid Mahabaturrasul. Alasan utamanya adalah mereka adalah penduduk asli di daerah tersebut yang dulu memiliki mata pencaharian di sana.

“Daerah Ciparigi, Kedunghalang dan pasir Jambu ini tadinya adalah kebun-kebun dan perkampungan. Kami dan warga perumahan di sini berhutang budi pada mereka karena pembangunan pemukiman telah menghilangkan mata pencaharian mereka, sumber-sumber air mereka serta udara segar yang mereka hirup setiap hari. Apa yang kami berikan sebenarnya tidaklah seberapa dengan apa yang telah mereka korbankan.” ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Jumat (21/4). 

Di bulan-bulan lain, Masjid Mahabaturrasul membagikan kartu ATM Beras kepada masyarakat di sekitar yang bisa mereka gunakan untuk mengambil beras lima liter setiap bulan di mesin ATM Beras yang ada di masjid. Paska Ramadan tahun ini, penerima ATM akan ditambah lagi sehingga semakin banyak warga dhuafa yang bisa merasakan manfaatnya.

“Gembira Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan jumlah donatur sekaligus penerima manfaat. Paska Idul Fitri, kami menargetkan penerima manfaat mencapai 1000 orang per bulan, dari sebelumnya yang hanya 300 orang,” tutupnya.

Berdasarkan data BPS Kota Bogor tahun 2021, jumlah penduduk miskin mencapai 7,24 persen atau sekitar 80 ribu orang dengan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mencapai 1,10.

Tags:    

Similar News