4 Mei 1998 : Kenaikan harga BBM picu kerusuhan
Elshinta.com, Persoalan subsidi BBM selalu menjadi perdebatan selama puluhan tahun. BBM bukan lagi menjadi persoalan ekonomi semata tetapi juga komoditas politik.
Elshinta.com - Persoalan subsidi BBM selalu menjadi perdebatan selama puluhan tahun. BBM bukan lagi menjadi persoalan ekonomi semata tetapi juga komoditas politik. Era Orde Baru, Presiden Soeharto pernah beberapa kali menaikkan harga BBM, di antaranya pada 1979,1982, 1991, 1993, dan 1998.
Pada periode Orde Baru, kenaikan harga BBM diumumkan pada malam hari sebelum harga baru resmi berlaku keesokan harinya. Berbeda pada tahun-tahun sebelumnya, kenaikan harga BBM yang terjadi pada Mei 1998 menimbulkan protes keras dari mahasiswa. Pada 4 Mei 1998, pemerintah menaikkan harga BBM sebesar 71,4% untuk Premium dan 57,89% untuk Solar.
Baca juga Kenaikan harga BBM yang berujung kerusuhan besar
Kenaikan tersebut mengikuti saran Dana Moneter Internasional (IMF) yang memberikan utang ke Indonesia. Kenaikan harga BBM diprotes karena dianggap semakin membebani derita masyarakat Indonesia yang saat itu tengah dihantam Krisis Moneter.
Pada 12 Mei 1998, aksi protes mahasiswa yang menentang BBM berakhir rusuh. Empat mahasiswa Universitas Trisakti bahkan tertembak dalam aksi tersebut. Kejadian tersebut langsung menyulut kerusuhan masal hingga jatuhnya kepemimpinan Soeharto.
Sumber: CNBC Indonesia