Jalin kerjasama, OK OCE - SMK Sudirman optimistis cetak wirausahawan muda

Elshinta.com, Gerakan sosial OK OCE bekerjasama dengan SMK Islam PB Soedirman 1, dengan tujuan penyelerasan kurikulum pembelajaran sekolah sesuai dengan kurikulum 7 TOP (Tahapan OK OCE Prima).

Update: 2023-07-30 18:05 GMT
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com

Elshinta.com - Gerakan sosial OK OCE bekerjasama dengan SMK Islam PB Soedirman 1, dengan tujuan penyelerasan kurikulum pembelajaran sekolah sesuai dengan kurikulum 7 TOP (Tahapan OK OCE Prima).

Kurikulum 7 TOP terdiri atas Pendaftaran, Pelatihan, Pendampingan, Perizinan, Pemasaran, Pencatatan Keuangan dan Permodalan.

Rencana awal dari kerjasama ini adalah melakukan sinkronisasi atau penyelarasan kurikulum SMK Islam PB Soedirman 1 dengan 7 TOP OK OCE, adapun materi tersebut akan dimulai dari siswa-siswi kelas 11 hingga kelas 12 SMK PB Soedirman yang nantinya diharapkan mencetak para wirausahawan muda. 

Acara dihadiri langsung oleh Direktur Kerjasama Pendidikan OK OCE yaitu Abba Zubair Al-Awwam atau akrab disapa Azwa Nufi dan jajaran direktorat. Sementara SMK Islam PB Soedirman 1 dihadiri Kepala Sekolah, Sugiarti. M.Pd. dan jajaran kepengurusan sekolah.

OK OCE selaku gerakan sosial penciptaan lapangan kerja melalui pendampingan kewirausahaan sulit untuk berjalan sendiri, sehingga memerlukan berbagai pihak pendukung. Dalam hal ini, OK OCE bekerjasama dengan Mitra Pendidikan.

Azwa Nufi berharap kerjasama tersebut bisa mengurangi angka pengangguran.

"Melalui MoU penyelarasan kurikulum kewirausahaan ini menjadi langkah awal untuk keberlangsungan pendidikan yang difokuskan untuk Kewirausahaan, berharap bisa mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja baru," harap Azwa, ungkapnya di SMK Soedirman, Jakarta, Sabtu (29/7). 

Selain itu juga Kepala Sekolah SMK Islam PB Soedirman 1 mengungkapkan terimakasih kepada OK OCE yang bersedia meningkatkan minat siswa-siswi dalam berwirausaha.

"Saya sangat berterimakasih kepada OK OCE, melalui MoU ini kemungkinan besar bisa meningkatkan minat siswa-siswi untuk berwirausaha yang dimulai dari materi dan kurikulum berkualitas," ucap Sugiarti.

Tags:    

Similar News