Jaga persatuan dan kesatuan, ribuan warga Boyolali ikuti tahlil massal
Elshinta.com, Ribuan umat Islam di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah dan sekitarnya, tumpah ruah dalam pengajian akbar rangkaian Haul Masyayihk dan Tahlil Massal di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Desa Bandung, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah bersama Habib Lutfi Bin Yahya, Sabtu (29/7) malam.
Elshinta.com - Ribuan umat Islam di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah dan sekitarnya, tumpah ruah dalam pengajian akbar rangkaian Haul Masyayihk dan Tahlil Massal di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Desa Bandung, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah bersama Habib Lutfi Bin Yahya, Sabtu (29/7) malam. Dalam tausiyahnya Habib Lutfi mengajak kepada umat Islam untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar jangan sampai terpecah belah.
Indonesia sudah merdeka maka harus diisi kemerdekaan ini dengan memajukan di berbagai bidang. Seperti ekonomi, pertanian dan teknologi.
"Jangan sampai bangsa dan negara ini terpecah belah karena dahulu para pendiri bangsa merebut kemerdekaan dengan perjuangan," pesan Habib Lutfi, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Sarwoto, Senin (31/7).
Tepuk tangan meriah dari ribuan umat Islam yang memadati areal ponpes dan Lapanga Desa Bandung saat Habib Lutfi memberi pesan dan nasehat itu.
"Para pendiri bangsa berjuang untuk kemerdekaan Indonesia setelah merdeka maka jangan sampai terpecah belah umat Islam harus menjaga keutuhan bangsa ini," pesan Habib Lutfi.
Sementara itu, KH Masruri yang mewakili Bupati Boyolali dalam sambutanya mengatakan, pondok pesantren dan santri harus maju karena para santri banyak yang berhasil di berbagai bidang. Bahkan di pemerintahan banyak yang diisi dari para santri.
"Pondok pesantren Darussalam Bandung ini sudah maju dan semoga bertambah maju. Santrinya harus maju jangan minder karena sekarang ini santri banyak yang berhasil di berbagai bidang," kata Masruri.