Rawat keberagaman, MUI gelar dialog publik dibuka Plt Bupati Langkat 

Elshinta.com, Plt Bupati Langkat Syah Afandin hadir membuka acara dialog publik diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat. Dialog publik ini bertema Kabupaten Religius Dalam Persfektif Ulama. 

Update: 2023-08-31 15:34 GMT
Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

Elshinta.com - Plt Bupati Langkat Syah Afandin hadir membuka acara dialog publik diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat. Dialog publik ini bertema Kabupaten Religius Dalam Persfektif Ulama. 

Dalam sambutannya, Plt Bupati Langkat menyampaikan, melihat begitu pentingnya peran agama bagi kehidupan manusia maka para pendiri bangsa Indonesia telah menemukan prinsip kandungan Tuhan Yang Maha Esa pada urutan pertama ideologi negara kita. 

Disamping empat prinsip lainnya dengan nilai-nilai yang terkandung didalamnya yaitu keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dan spiritual pengakuan bahwa manusia bersifat ketergantungan kepada Tuhan. "Serta kerendahan hati dalam menerima pesan kebesaran Tuhan untuk mematuhi ajaran agama dengan penuh kesetiaan," kata Afandin seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Kamis (31/8). 

Dari dunia pendidikan, lanjut Syah Afandin, tentunya juga diharapkan dapat memberikan perannya melalui pembentukan karakter generasi penerus bangsa kita dengan terus memberikan pembekalan keagamaan yang lebih kuat. Sehingga para generasi bangsa kita juga akan mampu menghadapi pengaruh buruk perkembangan zaman di era kemajuan teknologi seperti saat sekarang ini. Di kesempatan itu, Plt Bupati Langkat juga memberikan Cendramata kepada peserta yang hadir.

Untuk diketahui, Indonesia sebagai negara beragama memiliki beberapa agama yang diterima dan dianut masyarakat sebagai pilihan berketuhanan yang diatur dalam konstitusi negara yaitu pada pasal 29 ayat 1 dan 2 UUD 1945. Maka agama sebagai tuntunan hidup umatnya sudah seharusnya menempati posisi utama bagi para penganutnya, di mana dalam menjalankan kehidupan harus berpedoman pada aturan agama agar selalu dalam koridor yang benar sebab dalam ajaran agama adapun yang ada di Indonesia pastinya menuntun pada kebaikan bagi umatnya.

Daerah yang juga menempatkan agama dalam hal ini religius sebagai pilar dalam menjalankan pemerintahannya termasuk salah satunya adalah Kabupaten Langkat, yang menjadi visi daerahnya dengan menggunakan religius dimana istilah tersebut muncul atas kesadaran masyarakat Kabupaten Langkat akan pentingnya keberadaan agama dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Dialog Publik ini menghadirkan empat narasumber, yakni Mohammad Hatta, Faisal Riza, Ketua MUI Langkat Zulkifli Ahmad Dian, Tantawi Zauhari, Ketua Komisi Litbang.

Tags:    

Similar News