Ini klarifikasi Dema UIN Raden Mas Said Surakarta soal bermitra dengan aplikasi pinjol
Elshinta.com, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah memberikan klarifikasi soal keterlibatan pinjaman online (pinjol) dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).
Elshinta.com - Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah memberikan klarifikasi soal keterlibatan pinjaman online (pinjol) dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Dema menepis pernyataan rektorat yang menuduh tidak ada komunikasi atau koordinasi dengan pihak kampus. Sebab, prosedur tersebut telah dilaksanakan sebanyak enam kali hingga akhir Bulan Juli lalu. Hal itu ditegaskan Ketua Dema UIN RM Said Surakarta, Ayuk Latifah.
Menurut dia, kerjasama dengan aplikasi pinjol untuk PBAK dan festival budaya atas sepengetahuan pihak kampus. Bahwa kampus dalam hal ini pihak rektorat sudah beberapa kali melakukan rapat koordinasi sebelum pelaksanaan kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek). Rapat koordinasi digelar sejak Bulan Mei - Juli dimana kedua belah pihak sudah mengetahui kegiatan PBAK bermitra dengan aplikasi tersebut.
Dema juga sudah memastikan bahwa sponsor berupa aplikasi ini dinyatakan terdaftar pada otoritas jasa keuangan (OJK), sebagaimana pernyataan resmi yang diberikan oleh OJK kepada pihak kampus pada 18 Agustus 2023 lalu. Bertepatan saat polemik aplikasi pinjol jadi mitra kegiatan UIN RM Said memanas beberapa waktu lalu.
"Pemberhentian saya sebagai ketua DEMA tidak lantas membuat saya diam. Saya kumpulkan bukti terkait tuduhan rektorat," kata Ayuk seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Kamis (31/8).
Ayuk Latifah menambahkan, selain klarifikasi bantahan pernyataan rektorat soal koordinasi, Dema juga menegaskan bahwa tidak benar ada pemaksaan pada mahasiswa baru untuk mendaftar aplikasi pinjol yang dilibatkan sebagai mitra. Hal ini terbukti dengan adanya ketimpangan jumlah akun dengan jumlah mahasiswa baru yang tidak seimbang. OJK juga memberikan jaminan data mahasiswa yang sudah mendaftar aplikasi dilindungi dengan pemblokiran permanen.
"Aplikasi ini sub dari aplilasi yang sudah terdaftar di OJK," ujarnya.
Kegaduhan dalam masa ospek berupa PBAK dan festival budaya di UIN RM Said terjadi dikalangan internal kampus, karena panitia dalam hal ini Dema melibatkan aplikasi pinjol sebagai mitra sponsor. Organisasi internal kampus melakukan unjuk rasa protes ke rektorat karena keterlibatan pinjol dalam lingkungan kampus.
Rektorat akhirnya memutuskan mengambil alih kegiatan dan membatalkan kerjasama serta menonaktifkan ketua Dema karena polemik tersebut. Tetapi Dema kemudian melakukan aksi protes tandingan ke rektorat sebagai pembelaan diri, kontra dengan penyataan dari pihak rektorat.