Pemkot dan DPRD Kota Kediri beri perhatian kasus dugaan pencemaran air

Merespon aduan warga terkait terjadinya dugaan pencemaran air berwarna hitam pekat dan terbakar ketika dinyalakan api, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar kembali mendatangi lingkungan RT 05 RW 02, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (9/9/2023). Temuan pencemaran  tersebut terjadi di sumur rumah salah satu warga bernama Sulastri. 

Update: 2023-09-11 20:22 GMT
Air sumur warga diduga tercemar, keluarkan api saat dibakar. Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Merespon aduan warga terkait terjadinya dugaan pencemaran air berwarna hitam pekat dan terbakar ketika dinyalakan api, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar kembali mendatangi lingkungan RT 05 RW 02, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (9/9/2023). Temuan pencemaran  tersebut terjadi di sumur rumah salah satu warga bernama Sulastri. 

"Tim dari DLHKP akan membawa air berwarna hitam ini ke ITS. Tujuannya untuk diteliti kandungan apa saja. Beberapa waktu lalu ITS sudah ambil sampel di sini dan kita sedang menunggu hasil pastinya," bebernya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fendi Lesmana, Senin (11/9). 

Abdullah Abu Bakar menjelaskan hasil sementara dari sampel air yang diteliti ITS, ditemukan adanya kandungan petrolium hidrokarbon. Dimana pada pengambilan sampel lalu total petrolium hidrokarbon (TPH) di rumah semi sebesar 16,50, Sugiono 7, Sutiyah 14, Kasmini 7, dan sumur bor 14,5.

Sementara untuk temuan baru air yang berwarna hitam ini masih harus diteliti untuk mengetahui kandungannya. 

"Ini sudah ditemukan bahwa ini pencemaran bahkan airnya sudah semakin kental. Nanti akan diteliti lebih lanjut dan dicari sumbernya. Cara mencarinya ITS akan menggunakan geolistrik," jelasnya.

Wali Kota Kediri juga mengimbau kepada masyarakat sekitar agar tidak menggunakan air yang tercemar di lingkungannya. 

Pemerintah Kota Kediri akan terus memberikan pasokan air bersih kepada masyarakat. Setiap hari tim dari DLHKP akan mengisi tandon di depan rumah warga pada pagi dan sore. 

Air yang tercemar tidak boleh digunakan hingga ada hasil pasti dari penelitian tim ITS. Setelah sumber pencemaran diketahui Pemerintah Kota Kediri akan segera melakukan pemulihan. 

"Kita harus melindungi masyarakat. Semoga segera diketahui sumber pencemarannya dan kita akan pulihkan," pungkasnya.

Petistiwa terjadinya dugaan pencemaran ini  juga mendapat perhatian dari kalangan DPRD Kota Kediri. Wakil ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Ashari juga turun meninjau langsung ke lokasi. 

Terkait persoalan ini Komisi C merekomendasikan beberapa hal diantaranya, meminta dinas terkait untuk segera memastikan hasil uji lab betkaitan dengan indikasi pencemaran terssbut.

Hal ini dimaksudkan agar persohalan ini tidak memgembang menjadi persoalan sosial yang lebib luas. Karena itu DPRD Kota KedirI menyarankan  untuk dilakukan uji lab ke BBLK milik Kementerian Kesehatan di Surabaya.

Dalam persoalan ini harus mengedepankan praduga tidak bersalah sampai ada kepastian hasil uji lab.

"Kami menilai ini adalah musibah yang membutuhkan kepedulian semua pihak, " terang Legislator dari Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Tags:    

Similar News