Mensos Tri Rismaharini akan tetap memandu dan dampingi masyarakat Kep Mapia, Papua

Rismaharini tetap akan memandu dan mendampingi pemberdayaan masyarakat di  pulau Brasi Kep Mapia Papua agar berhasil mengentaskan persoalan kemiskinan.

By :  Widodo
Update: 2023-09-13 08:21 GMT
Mensos Tri Rismaharini akan tetap memandu dan dampingi masyarakat Kep Mapia, Papua. (foto-foto: ELSHINTA/Nandang Karyadi)
Indomie

Elshinta.com - Mensos Tri Rismaharini menegaskan pihaknya tetap akan memandu dan mendampingi pemberdayaan masyarakat di  pulau Brasi Kep Mapia Papua agar berhasil mengentaskan persoalan kemiskinan.

Hal ini disampaikan Mensos Tri Rismaharini usai menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat yang tinggal di pulau Brasi Kep Mapia Papua. "Masyarakat tidak bisa dilepas begitu saja, mereka harus dipandu, itu yang pernah kita lakukan di Asmat," ujar Tri Rismaharini.

Kunjungan Tri Rismaharini bersama jajarannya merupakan bagian dari Ekspedisi Kebangsaan Kepulauan Mapia Tahun 2023 yang dilakukan Kementerian Sosial bersama TNI Angkatan Laut dengan menggunakan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (WSH) 991 Selasa 12 September 2023.

Tri Rismaharini menambahkan, sudah pernah mengunjungi daerah ini, "Di Asmat kita nggak tahu berapa kali datang ke Asmat termasuk staf saya. Terutama misi-misi yang khusus pemberdayaan,"

Di pulau Brasi Kep Mapia Kemensos memberikan 100 ekor ayam petelur dan kandang batere ayam termasuk pakan, vitamin, dan vaksin ayam petelur. 

Selain itu, kemensos memberikan bibit cabai dan bibit buah pepaya. "Masyarakat bisa memanfaatkan waktu dan lahan yang ada untuk beternak telur dan menanam sayur atau buah minimal bisa dikonsumsi sendiri untuk menekan biaya pengeluaran,' ujar Mensos.

Elshinta Peduli

Di pulau Brasi, Mensos meninjau sekolah dasar  dan puskesmas yang kondisinya rusak parah di bagian atap dan lantainya. Mensos memberikan atap seng, plafon dan lemari untuk obat-obatan. Mensos juga membagi-bagikan sepatu kepada seluruh murid SD.

"Saya sangat senang mendapat sepatu baru karena selama ini tidak memiliki sepatu," ujar Kabo, siswa kelas 4. "Saya suka bersekolah, karena saya ingin menjadi tentara," tambahnya.

Selain itu Kemensos juga menyalurkan sebanyak 82 unit SHS dengan daya 100 watt untuk masyarakat. SHS merupakan sistem pembangkit listrik tenaga surya rumahan yang dapat memenuhi kebutuhan penerangan di rumah warga.

Untuk mengatasi persoalan air bersih, Kemensos menyalurkan SWRO dilengkapi dengan pembangunan rumah mesin dan solar cell. SWRO merupakan sistem yang mampu mengubah air laut menjadi air yang dapat diminum.

SWRO diharapkan dapat menjadi solusi kesulitan air bersih bagi 69 KK yang tinggal di pulau Brasi.

Sebelumnya, masyarakat selama ini hanya mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sumur resapan yang airnya berwarna dan berbau.

Mensos Tri Rismaharini berharap kepala desa, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kemudian pos perbatasan bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang ada secara efisien.

"Makanya tadi kepala desa, saya berharap saya pesan tadi, kalau kita bisa kerjakan bersama-sama atau gotong royong maka semua akan lebih mudah, kekuatannya ada digotong royong itu," ujar mantan Walikota Surabaya.

Gugusan Kepulauan Mapia yang berada di Samudra Pasifik merupakan pulau terluar yang berbatasan langsung dengan dua negara yaitu Palau dan Filipina.  

Akses transpotasi menjadi kendala sehingga masyarakat di sana kurang mendapat perhatian. Jarak terdekat adalah Kota Manokwari yang terletak 290 km dengan waktu tempuh lebih dari 36 jam.

Untuk transportasi, menjual hasil kelapa atau belanja kebutuhan,  warga dapat menumpang Kapal Sabuk Nusantara yang berlabuh dua kali dalam sebulan. (Nandang)

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News