Sampai akhir 2023, Sukoharjo punya 13 embung untuk suplai irigasi di seluruh wilayah
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menambah tampungan air untuk kepentingan irigasi pertanian dengan membangun dua embung atau bendungan. Sehingga total Sukoharjo memiliki 13 lokasi penampungan air pada 2023 ini. Jumlah yang dinilai mampu mencukupi kebutuhan air irigasi untuk pertanian di seluruh wilayah.
Elshinta.com - Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menambah tampungan air untuk kepentingan irigasi pertanian dengan membangun dua embung atau bendungan. Sehingga total Sukoharjo memiliki 13 lokasi penampungan air pada 2023 ini. Jumlah yang dinilai mampu mencukupi kebutuhan air irigasi untuk pertanian di seluruh wilayah.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno mengatakan, air irigasi lahan pertanian di Kabupaten Sukoharjo dipenuhi dari Dam Colo di Kecamatan Nguter. Yakni tampungan utama yang bersumber dari Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri. Selain Dam Colo, kebutuhan irigasi juga dicukupi dari embung agar jangkauan irigasi semakin luas.
Pemerintah daerah membangun embung sebagai penampungan air dilokasi yang relatif jauh dari sumber irigasi utama. Selain itu, juga dipilih pada kecamatan yang memiliki lahan tadah hujan dan masuk zona pertanian rawan kekeringan.
"Embung di Sukoharjo akan menunjang penyediaan air irigasi sepanjang tahun," ungkap Bagas seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Rabu (20/9).
Dia menyatakan, keberadaan embung ini sangat membantu ketercukupan air selama kemarau. Bahkan, di saat puncak musim kemarau seperti saat ini, seluruh luasan lahan pertanian di Sukoharjo tetap produktif. Tidak ada laporan kekeringan lahan selama petugas penyuluh pertanian melakukan pantauan langsung kepada pada petani. Dinas menegaskan lahan pertanian di Sukoharjo aman dan tidak terjadi puso atau kerusahan lahan karena kekeringan.
"Tidak ada laporan kekeringan lahan pertanian di Sukoharjo," ujarnya.
Bagas menambahkan, meski Sukoharjo tidak mengalami kekurangan air irigasi, debit air di sejumlah lokasi penampungan air seperti Waduk Mulur, Embung Gentan dan embung-embung lainnya tetap surut meskipun tidak sampai mengering. Kondisi air permukaan dinilai cukup aman.
Pihaknya juga tidak mempermasalahkan jadwal penutupan Dam Colo untuk pemerliharaan saluran, oleh pengelola bendungan dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Selain air permukaan dari sungai, sumur pantek yang dimiliki rata-rata lahan pertanian di Sukoharjo berfungsi dengan baik.