Aktivis PMII gelar aksi, respon dugaan kekerasan seksual seorang dosen di UIN Salatiga

Sejumlah  mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Jawa Tengah yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi demonstrasi  terkait isu dugaan  kekerasan seksual di kampus, Kamis (21/9). 

Update: 2023-09-21 22:44 GMT
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Sejumlah  mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Jawa Tengah yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi demonstrasi  terkait isu dugaan  kekerasan seksual di kampus, Kamis (21/9). 

Dalam aksinya mahasiswa menuntut oknum salah satu dosen ditindak karena dugaan melakukan  kekerasan seksual kepada mahasiswi.

Rektor UIN Salatiga  Zakiyuddin Baidhowy mengaku, pihaknya memiliki komitmen sama dengan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa. Sebab sejak 2021 civitas akademika telah mengeluarkan peraturan pencegahan kekerasan seksual di kampus. 

"Kami lihat sejauh mana pelanggarannya dulu jadi soal sanksi nanti kemudian. Kami juga tidak berdiri sendiri melainkan melibatkan inspektorat," jelasnya. 

Dikatakan, terduga pelaku kekerasan seksual masih aktif mengajar di kampus. Hanya saja, soal kasus yang beredar dikenakan asas praduga tak bersalah. Karena, lanjutnya rektorat tidak ingin terjebak pada laporan satu pihak. 

Zakiyuddin menegaskan, pihaknya telah membentuk tim investigasi atas dugaan kasus kekerasan seksual di UIN Salatiga. Sejauh ini, adanya kasus ini sudah dilakukan sejumlah klarifikasi. 

"Untuk tim investigasi ini akan bekerja satu bulan ke depan mulai hari ini. Saya harap, hasilnya bisa disampaikan sebelum satu bulan. Tim itu, agar semua lebih terang benderang," terang Rektor.

Pihaknya menyebut, untuk saat ini yang diketahui ada satu orang korban. 

"Oleh karena itu UIN Salatiga membentuk tim investigasi bertujuan untuk  mengungkap peristiwa secara detail," tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto.

Tags:    

Similar News