Warga Desa Nglembu Boyolali arak tumpeng gunungan
Warga masyarakat Desa Nglembu, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menggelar kirab budaya dalam rangka Haul Ki Ageng Singoprono. Ki Ageng Singoprono, adalah seorang pemimpin masyarakat atau sering disebut demang dan ulama penyebar agama Islam daerah Simowalen pada masa kerajaan Mataram sekitar abad ke XVII.
Elshinta.com - Warga masyarakat Desa Nglembu, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menggelar kirab budaya dalam rangka Haul Ki Ageng Singoprono. Ki Ageng Singoprono, adalah seorang pemimpin masyarakat atau sering disebut demang dan ulama penyebar agama Islam daerah Simowalen pada masa kerajaan Mataram sekitar abad ke XVII.
Kirab tersebut diikuti sekitar 600 orang terdiri dari 25 kelompok, seperti penunggang kuda, kereta, prajurit, gunungan hasil bumi dan apem, kiai dan berbagai kelompok lain. Kirab budaya yang menjadi agenda tahunan warga setempat itu dilaksanakan pada Minggu (24/9/2023) dari Balai Desa Nglembu hingga Gunung Tugel tempat Ki Ageng Singoprono dimakamkan.
Digambarkan R. Surojo, seorang pegiat sejarah dan budaya Soloraya, Ki Ageng Singoprono adalah sosok yang sangat bijaksana dalam memimpin rakyatnya dan mengajarkan agama Islam. Selain itu, Ki Ageng Singoprono juga ahli di bidang pertanian hingga diberi julukan Syekh Jagung, karena berhasil mengimbau masyarakat untuk menanam jagung pada saat itu hingga mencapai panen raya. Ditambahkan Surojo, Ki Ageng Singoprono juga merupakan pemimpin yang sederhana.
"Beliau ini seorang yang sederhana, seorang yang bijaksana, seorang yang arif, dengan kearifan yang dibawa inilah bisa membawa keberkahan dari masyarakat, dan beliau juga menginspirasi bagi masyarakat Simo, Sambi sehingga jasa beliau dikenal hingga sekarang." Kata R Surojo seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Sarwoto.
Ditemui di lokasi, Kepala Desa Nglembu, Sutoto menjelaskan, kegiatan kirab budaya merupakan kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali bersama Pemerintah Desa Nglembu. Ia mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat karena mempererat silaturahmi dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
"Harapannya tentu saja masyarakat damai, aman sejahtera, sentosa, dengan adanya silaturahmi seperti ini, bergembira bersama juga akan menimbulkan semangat untuk kedepan lebih maju lagi." ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kabupaten Boyolali Supana mengatakan, kirab ini bentuk prosesi sebagai pelestarian budaya untuk mengenang Ki Ageng Singoprono yang melibatkan banyak masyarakat. Ditambahkannya, selain kirab ,juga dilaksanakan pengajian yang diikuti sekitar 3.000 jamaah.
"Kita akan berdoa bersama untuk mendoakan Ki Ageng Singoprono." kata Supana.