Yayasan Omah Munir mundur dari pengelolaan Museum HAM Munir 

Yayasan Omah Munir Batu, Malang, Jawa Timur menarik diri dalam pengurusan dan pengelolaan Museum Munir yang dikelola Pemkot Batu.

Update: 2023-09-29 21:34 GMT
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Yayasan Omah Munir Batu, Malang, Jawa Timur menarik diri dalam pengurusan dan pengelolaan Museum Munir yang dikelola Pemkot Batu. “Langkah ini kita ambil setelah Yayasan Omah Munir melihat tidak adanya itikad baik pihak Pemkot Batu,” kata pengurus yayasan, Suciwati seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El-Aris.

“Ada enam ponit yang kita sampaikan antara lain, dimana yayasan bekerja sama dengan Pemkot.Batu tanggal 28 November 2022, hingga kini tidak ada itikad baik dan langkah kongkret terkait berupa eksebisi dan pembelajaran HAM. Selain itu Museum HAM Munir Kota Batu ada anggaran Pemprov, namun sayangnya penggunaannya untuk pengadaan barang tanpa koordinasi dengan yayasan termasuk transparansi penggunaanya dan yayasan  telah melayangkan somasi 1 dan 2 dan ternyata pada somasi 2 pihak Pemkot Batu justru menyatakan penyusuan dan rencan misi museum HAM merupakan hak dari Pemkot.Batu,” ungkapnya.

Karena itu Yayasan Omah Munir menolak nama Munir digunakan dalam Museum HAM Munir kota Batu.

“Kita tidak bertanggung jawab atas penggunaan nama Munir, jika tetap dipakai maka akan ada konsekuensi tertentu dan tidak menutup kemungkinan ke ranah hukum namun kita akan melihat dulu,” ucap Suciwati.

Sementara itu, Ali Syafaat, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang menyatakan Fakultas Hukum yang merupakan kampus dimana Alm.Munir belajar siap mewadahi keinginan Yayasan Omah Munir.

“Kebetulan di Fakultas Hukum UB ada ruangan/ballroom yang kita beri nama Munir dan sangat terbuka kalau Yayasan Omah Munir mengisi ruang tersebut dengan koleksi yang dimiliki pihak Yayasan Omah Munir,” ringkas Mantan Dekan FH yang saat ini menjabat sebagai wakil rektor II UB.

Tags:    

Similar News