Krisis air bersih, ratusan pelajar di Boyolali gelar salat Istisqa

Ribuan warga di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengalami krisis air bersih dan petani tak dapat bercocok tanam, dampak kemarau yang hingga saat ini masih berlangsung.

Update: 2023-10-02 16:11 GMT
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Ribuan warga di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengalami krisis air bersih dan petani tak dapat bercocok tanam, dampak kemarau yang hingga saat ini masih berlangsung.

Berbagai usahapun terus dilakukan agar hujan segera turun, salah satunya seperti yang dilakukan keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Tarbiyatul Athfal (TA) Al Hidayah Kalitlawah, Desa Ngaren, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Para siswa siswi dan guru sekolah tersebut melaksanakan salat Istisqa guna memohon diturunkan hujan.

Pelaksanaan salat sunah ini dilakukan di tanah lahan milik perhutani daerah setempat.

Pantauan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Senin (2/10) di lokasi, meski masih anak anak dan dibawah terik sinar matahari, pelaksanaan salat Istisqa berjalan khusyuk.

Kepala Sekolah MI Al Hidayah Kalitlawah, Titik Badriyah menjelaskan, pelaksanaan salat Istisqa melibatkan kurang lebih 127 orang yang terdiri dari 90 siswa MI, 27 siswa TA, serta 12 orang guru MI dan TA.

"Salat sunah Istisqa ini guna meminta kepada Allah SWT agar segera diturunkan air hujan yang sangat bermanfaat. Karena daerah kami sedang mengalami musim kemarau yang panjang dan banyak daerah kekeringan sehingga susah mencari air bersih bahkan terjadi kebakaran hutan," kata Siti Badriyah.

Selain meminta hujan, pelaksanaan salat istisqa sekaligus sebagai pembelajaran atau edukasi kepada peserta didik tentang tata cara salat istisqa.

"Setelah shalat istisqa ini kami mengadakan kegiatan berikutnya yaitu peringatan maulid nabi," imbuhnya

Sementara dalam salat tersebut dipimpin imam, Muhammad Zainuri dan sebagai khotib Muhammad Yusuf yang dalam khutbahnya mengajak untuk tetap bersabar di musim kemarau ini dan melakukan hal hal yang baik terhadap sesama.

"Dalam momentum musibah kemarau yang panjang ini kita hendaknya senantiasa bertaubat kepada Allah dan evaluasi diri atas kesalahan-kesalahan yang kita lakukan baik terhadap lingkungan maupun sesama manusia," ucapnya.

Tags:    

Similar News