Tol beroperasi dikhawatirkan matikan UMKM di Langkat

Plt Bupati Langkat Syah Afandin, hadir dan menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema 'Tol berjalan, UMKM mati pelan-pelan' diselenggarakan Majelis Daerah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Langkat, bertempat di ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (24/10).

Update: 2023-10-26 16:44 GMT
Sumber foto: M Salim/elshinta.com

Elshinta.com - Plt Bupati Langkat Syah Afandin, hadir dan menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung 
tema 'Tol berjalan, UMKM mati pelan-pelan' diselenggarakan Majelis Daerah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Langkat, bertempat di ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (24/10).

Ketua MD KAHMI Langkat Suhendro menyampaikan, dirinya membuat FGD dengan tema diatas karena percaya Plt Bupati sangat peduli dengan UMKM. 56 UMKM barangnya dijual disitu di usaha keripik miliknya, 350 kurang lebih karyawan, ini menjadi dasar untuk membuat diskusi ini bersama Pemkab Langkat. 

"Saya juga salah satu pelaku UMKM, karyawan saya ada 350 orang menggantungkan nasibnya pada usaha itu. Kita sudah punya contoh situasi yang terjadi di Pasar Bengkel Serdang Bedagai semoga tidak terjadi di kita, ketika tol dibuka sudah pasti  pengunjung tidak bakal mampir lagi. Ini yang menjadi persoalan terkait masalah ini, makanya diskusi ini saya buat untuk sama-sama bertukar pikiran bagaimana nasib para UMKM kedepan," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Kamis (26/10). 

Manager Teknik HKI Alimasur Jauhari menjelaskan, tujuan jalan tol ini untuk bisa memakmurkan masyarakat daerah sekitarnya. Jadi pihaknya akan membuat rest area di KM 24 di Desa Gohor Lama. "Insya Allah akhir tahun ini bisa diselesaikan. Saya sangat berharap ada pertumbuhan ekonomi di Langkat yang bisa terjadi dengan adanya jalan tol," ujarnya. 

Sementara Plt Bupati Langkat dalam kesempatan itu menyampaikan, satu sisi jalan tol bicara kemudahan transportasi, di sisi lain bicara bagaimana kehidupan UMKM kedepan. Dari 350 karyawan 70-80 persen sudah berumah tangga,  bakal banyak yang berhenti bekerja jika tidak ada tindakan dari kita terhadap UMKM. "Saya sangat bangga dengan keberadaan jalan tol ini dan saya yang minta ke bapak Presiden jalan tol maupun jembatan sampai ke Pangkalan Brandan. Saya punya tanggung jawab atas dampak negatif dari tol ini, Jadi ketika ada keluhan saya langsung siapkan untuk menghadiri diskusi, ini respon saya atas tanggung jawab saya," kata Syah Afandin.

Diskusi ini tidak mencari siapa yang salah, kehadiran HKI sebagai pelaksana apa yang menjadi keinginan Presiden bisa terwujud, di sisi lain Presiden memikirkan keselamatan UMKM. Karena di Serdang Bedagai sudah menjadi contoh nyata tetapi memiliki solusi bahwa sudah dibangun rest area meski kita tidak tau apakah isi rest area itu UMKM yang terkena dampak atau bukan. "Harus ada teamwork dibawah koordinasi dinas terkait kita bisa buat sesuatu untuk bikin mereka singgah, bisa wisata atau apapun biar ada kenangan jangan cuma rest area sekedar rest area saja, saya berharap ini bisa terealisasi sehingga rest area bisa benar-benar hidup sehingga dapat membantu UMKM yang berada di rest area tersebut," ujarnya. 

Syah Afandin pun berterima kasih banyak kepada  semua terutama kepada KAHMI yang berinisiatif melaksanakan forum diskusi ini, mau mengadakan kegiatan ini. Tetapi harus dengan satu komitmen hapus kata-kata mati pelan-pelan, ini persoalan tinggal bagaimana kita membuat satu formulasi pelan-pelan itu betul-betul terwujud dan secara teknis bisa kita wujudkan. "UMKM itu adalah tanggungjawab moral saya, ketika UMKM itu mati artinya saya gagal," kata Plt Bupati Langkat. 

Manager Teknik Hutama Karya kembali menjelaskan gambaran rest area Tol Binjai-Pangkalan Brandan panjangnya sekitar 57,2 kilometer terbentang antara Binjai sampai Pangkalan Brandan nantinya. Rest area sisi kanan maupun kiri ada bangunan masjid, toilet, bangunan UMKM besar. UMKM kecil memiliki 15 ruangan, UMKM besar memiliki 27 ruangan total 42 ruangan satu sisi jadi untuk sisi kiri kanan ada sekitar 84 ruangan untuk saat ini.

Kemudian berdasarkan PP nomor 17 tahun 2021 ketersediaan UMKM minimal 30 persen tapi kami sebagai pengelola jalan tol untuk prioritas UMKM 80 persen. jadi semua jalan tol yang dikelola HKI itu kami prioritaskan UMKM. bahkan ada yang 100 persen UMKM. Nantinya siapa saja yang bisa masuk kami akan mengundang warga untuk gathering dari Pemkab Langkat dan HKI.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ikhsan Aprija menyampaikan, satu sisi ada hal positif ada juga yang negatif, jalan tol ini memangkas 11 kecamatan efeknya ada 10.000 pedagang atau UMKM. Bagaimana solusi yang ditawarkan oleh pihak HKI hanya rest area sisanya akan di usahakan Pemkab Langkat maupun pemerintah provinsi untuk UMKM yang terkait. Solusi rest area tidak bakalan tercover, kami mohon kepada pihak HKI untuk sama smaa membantu dan memikirkannya.

"Untuk tahun anggaran 2023 kami melakukan pembinaan pelaku UKM ke arah e -commers kemudian kami juga memberikan pembekalan untuk menyentuh dunia ekspor. Terkait untuk di luar rest area kita sudah buat sentra dodol di Tanjung Pura, dan kami akan buat sentra UMKM kedepannya,  sekarang kami masih menunggu investor. Bisa juga kita buat rest area kecil di jalan lintas bukan di jalan tol untuk pelaku UMKM lain yang tidak kebagian" tambahnya

Kepala Dinas Koperasi Syahrizal memberikan solusi. Kita harus membuat promosi yang menarik, sehingga ada minat pengendara yang lewat untuk singgah di rest area tersebut dan jalan tol ini sudah menjadi efek kemajuan dari negara kita jadi kita harus menyesuaikan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Rajanami Yun Sukatami menyampaikan, akan membuat pelatihan-pelatihan kerja terkait UMKM yang terkena dampak dan kami akan menginformasikan lowongan-lowongan kerja yang ada untuk UMKM yang terkena dampak.

Tags:    

Similar News